Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Pangeran Tubagus Angke Jakarta Barat Imbas Mati Lampu
Kemacetan parah melumpuhkan Jalan Pangeran Tubagus Angke di wilayah Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis petang, 9 April 2026. Gangguan listrik atau mati lampu yang terjadi di beberapa area Jakarta menjadi penyebab utama kemacetan ini, dengan lalu lintas yang benar-benar terhenti di lajur menuju utara atau arah kawasan Kota Tua.
Kondisi Lalu Lintas yang Kacau
Pantauan di lokasi pada pukul 19.00 WIB menunjukkan bahwa antrean kendaraan mengular hingga sekitar dua kilometer. Lampu lalu lintas yang mati membuat sirkulasi kendaraan di sejumlah simpang, termasuk perempatan Jalan Pangeran Tubagus Angke dan Jalan Latumenten serta simpang di bawah kolong tol dalam kota, menjadi tumpang tindih dengan pengendara saling berebut jalur.
Kondisi ini diperparah oleh klakson kendaraan yang berbunyi silih berganti dan adu mulut antara para pengendara. Sejumlah pengendara roda dua akhirnya naik ke trotoar untuk menembus kemacetan, sementara yang lain memilih putar balik mencari jalur alternatif ke arah Jalan Daan Mogot. Bahkan, beberapa penumpang ojek atau angkutan umum turun dan berjalan kaki untuk keluar dari kemacetan.
Dampak Gangguan Listrik yang Meluas
Gangguan kelistrikan ini tidak hanya memengaruhi lalu lintas di Jalan Pangeran Tubagus Angke, tetapi juga berdampak pada fasilitas dan layanan transportasi massal seperti MRT Jakarta. Warga melaporkan listrik padam di Stasiun Duri, dan beberapa orang bahkan terjebak dalam lift di Stasiun MRT Lebak Bulus.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengkonfirmasi adanya gangguan listrik di beberapa wilayah Jakarta pada hari yang sama. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyatakan bahwa gangguan suplai listrik bersumber dari beberapa Gardu Induk (GI).
"Saat ini wilayah yang masih terdampak padam adalah daerah Angke dan sekitarnya. PLN tengah melakukan upaya penormalan bertahap," ujar Haris dalam pernyataan tertulis. Menurut informasi terakhir, sambungan listrik sudah mulai pulih setelah PLN UID Jaya melakukan penormalan secara bertahap.
Respons dari PT MRT Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menyampaikan bahwa gangguan operasional terjadi pada beberapa stasiun pada Kamis, 9 April 2026 pukul 17.57 WIB, akibat kendala pasokan listrik dari PLN. Gangguan ini memengaruhi fasilitas stasiun seperti penerangan, elevator, eskalator, dan lainnya.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa seluruh stasiun elevated sempat mengalami kondisi blackout, namun telah berhasil dinormalkan kembali. "MRT Jakarta telah melakukan langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan dapat kembali berjalan normal," kata Rendy.
Petugas di lapangan MRT terus memantau kondisi untuk memastikan layanan berjalan dengan baik, dengan keselamatan pelanggan sebagai prioritas utama. Insiden ini menyoroti pentingnya infrastruktur listrik yang andal dalam menjaga kelancaran transportasi dan aktivitas sehari-hari di ibu kota.



