Penumpang Super Air Jet Ngamuk Akibat Delay 5 Jam, Lion Air Buka Suara
Penumpang Super Air Jet Ngamuk Gara-Gara Delay 5 Jam

Penumpang Super Air Jet Ngamuk Akibat Delay atal 5 Jam, Lion Air Buka Suara

Sebuah video viral menunjukkan kemarahan penumpang Super Air Jet akibat keterlambatan penerbangan hampir lima jam. Insiden ini terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026, di Bandara Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memicu kekecewaan mendalam di kalangan penumpang.

Kronologi Keterlambatan yang Memicu Kemarahan

Penerbangan IU 721 rute Lombok menuju Surabaya seharusnya berangkat pukul 16.55 WITA. Namun, jadwal tersebut ditunda hingga pukul 20.20 WITA. Hingga pukul 21.30 WITA, pesawat masih belum lepas landas, menyebabkan frustrasi dan kebingungan di antara para penumpang. Suasana di ruang tunggu sempat memanas karena ketidakpastian jadwal keberangkatan.

Salah seorang penumpang bernama Hakim mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Dia mengatakan, agenda pentingnya di Surabaya yang dijadwalkan pukul 20.00 WITA terpaksa batal akibat penundaan ini. “Awalnya delay sampai 20.20 WITA, tapi sampai pukul 21.30 WITA belum juga berangkat. Saya sangat kecewa. Padahal saya ada acara penting di Surabaya pukul 20.00 WITA, karena masalah ini jadi gagal,” ujarnya.

Penjelasan Resmi dari Manajemen Lion Air

Manajemen Lion Air akhirnya buka suara mengenai insiden ini. Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal.

“Keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal,” kata Danang saat dihubungi pada Senin (16/2). Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pengerjaan pemeriksaan teknis membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya. “Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkas Danang.

Kompensasi dan Tuntutan Penumpang

Sebagai bentuk perhatian, maskapai telah memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku kepada para penumpang. “Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung,” ujar Danang.

Namun, penumpang menuntut kejelasan dan tanggung jawab lebih dari pihak maskapai. Kurangnya komunikasi yang transparan menjadi pemicu utama kemarahan. Beberapa tuntutan penumpang meliputi:

  • Pengembalian dana penuh atas tiket yang dibeli.
  • Kompensasi lain sesuai regulasi penerbangan Indonesia.
  • Informasi yang jelas dan tepat waktu mengenai jadwal penerbangan.

Keterlambatan ini menyebabkan sejumlah penumpang mengalami kerugian, termasuk pembatalan agenda penting. Mereka berharap pihak maskapai dapat memberikan tanggapan yang lebih responsif di masa depan untuk menghindari insiden serupa.