LRT Jakarta Diproyeksikan Kurangi Emisi Karbon Hingga 2,9 Juta Ton CO₂e
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mengumumkan bahwa pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan, mencapai hingga 2.927.250 ton CO₂e. Penurunan emisi ini diharapkan tercapai melalui peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal yang berbasis listrik, yang lebih ramah lingkungan.
Dukungan untuk Sistem Transportasi Terintegrasi
Selain fokus pada pengurangan emisi, Jakpro juga mengembangkan LRT Jakarta sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi di ibu kota. Salah satu upayanya adalah melalui pembangunan Stasiun Manggarai pada LRT Jakarta Fase 1B, yang menghubungkan rute Velodrome–Manggarai. Stasiun ini dirancang untuk terintegrasi dengan berbagai moda transportasi utama, termasuk KRL Commuter Line, KA Bandara, dan TransJakarta.
Dian Takdir, Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, menyatakan bahwa integrasi antarmoda ini bertujuan untuk mendorong pergerakan aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal secara lebih optimal. "Akses yang semakin baik diyakini dapat membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat nilai ekonomi kawasan Manggarai tanpa mengubah karakter sosial dan aktivitas warganya," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pengembangan Kawasan Berbasis Transit Oriented Development (TOD)
Jakpro menilai bahwa pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga pada penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat. "Melalui integrasi antarmoda ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin mudah dan pada saat yang sama mampu mendorong peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi warga Manggarai dan sekitarnya," tambah Dian.
Sebagai langkah konkret dalam pengembangan kawasan berbasis TOD, Jakpro telah menjajaki kerja sama dengan PT Pasaraya Tosersajaya pada Desember 2025. Penjajakan ini masih berada pada tahap awal, meliputi inventarisasi potensi, penyusunan kajian, serta perumusan skema kerja sama yang optimal.
Mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang Berkelanjutan
Pengembangan Stasiun Manggarai LRT Jakarta sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. "Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang terkoneksi, berkelanjutan, dan inklusif, serta mendukung pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat," kata Dian.
Dengan proyeksi pengurangan emisi yang signifikan dan integrasi transportasi yang komprehensif, LRT Jakarta diharapkan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian warga Jakarta secara keseluruhan.



