PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana untuk menghadirkan layanan WiFi 5G di kereta api jarak jauh, yang akan mulai beroperasi pada Juni 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang dengan menyediakan koneksi internet yang lebih cepat dan stabil.
Tanggapan Atas Keluhan Penumpang
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap berbagai keluhan dari penumpang mengenai kualitas internet di dalam kereta. "Sekarang itu banyak keluhan bahwa internet di dalam kereta kurang bagus, kalau streaming kurang bagus," ujarnya, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 15 April 2026.
Bobby menambahkan bahwa dengan adanya jaringan 5G, layanan internet diharapkan menjadi lebih baik. "Makanya, kalau bisa jaringan 5G itu, layanan internet lebih oke dan coba kami hadirkan di bulan Juni-Juli," sambungnya. Peluncuran ini sengaja dijadwalkan bertepatan dengan musim liburan, sehingga seluruh penumpang dapat langsung merasakan manfaatnya.
Rencana Implementasi dan Dampaknya
Implementasi WiFi 5G ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk modernisasi layanan transportasi kereta api. Dengan teknologi 5G, penumpang diharapkan dapat menikmati berbagai aktivitas online, seperti:
- Streaming video dan musik tanpa buffering
- Video call dengan kualitas tinggi
- Akses cepat ke aplikasi dan situs web
- Penggunaan internet untuk keperluan kerja atau hiburan selama perjalanan
Layanan ini akan tersedia di seluruh kereta api jarak jauh yang dioperasikan oleh KAI, menandai langkah signifikan dalam meningkatkan konektivitas digital di sektor transportasi umum. Hal ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak penumpang, terutama di kalangan generasi muda yang sangat bergantung pada internet.
KAI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan hadirnya WiFi 5G, diharapkan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi lebih nyaman, tetapi juga lebih produktif dan menyenangkan bagi semua penumpang.



