ASDP Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem di Sumatera, Layanan Penyeberangan Disesuaikan
ASDP Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Sumatera

ASDP Imbau Kewaspadaan Tinggi di Tengah Cuaca Ekstrem Melanda Sumatera

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir telah memengaruhi kelancaran akses darat dan aktivitas sehari-hari warga, khususnya di daerah Singkil, Sibolga, Padang, dan Aceh.

Koordinasi Intensif untuk Jamin Keselamatan Penyeberangan

Dalam situasi yang menantang ini, ASDP memastikan bahwa berbagai langkah penanganan terus dijalankan agar layanan penyeberangan tetap beroperasi dengan aman dan terkendali. Perusahaan pelayaran ini juga aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah setempat. Tujuannya adalah memastikan setiap keputusan operasional mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi cuaca terkini secara menyeluruh.

"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam kepada seluruh warga yang terdampak cuaca ekstrem di Sumatera. ASDP terus melakukan langkah-langkah penyesuaian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar layanan penyeberangan dapat berlangsung dengan aman dan tetap mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik," tegas Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Kamis, 27 November 2025.

Dampak Cuaca Ekstrem dan Penyesuaian Layanan di Berbagai Wilayah

Berdasarkan laporan dari BMKG, cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh perkembangan Bibit Siklon Tropis 95B serta masuknya periode puncak musim hujan yang berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026, terutama di wilayah barat Indonesia. Kondisi ini telah menyebabkan terganggunya beberapa jalur darat penting, termasuk ruas-ruas yang menghubungkan Langsa, Bireun, Sibolga, serta beberapa daerah di Sumatera Barat.

Di wilayah Singkil, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan area sekitar pelabuhan mengalami genangan air, yang secara signifikan berdampak pada aktivitas masyarakat. ASDP pun melakukan pemantauan berkala dan menyesuaikan jadwal layanan kapal, termasuk dengan mengoperasikan kembali KMP Teluk Sinabang. Kapal ini ditargetkan berlayar pada Kamis sore untuk memastikan kelancaran pergerakan penumpang dan barang menuju wilayah kepulauan.

Dari Cabang Danau Toba-Sumatera Utara, layanan di lintasan Sibolga - Gunungsitoli untuk sementara disesuaikan mengikuti kondisi cuaca yang tidak menentu. Di sisi lain, lintasan Ajibata - Ambarita tetap berjalan sesuai jadwal normal menggunakan KMP Ihan Batak. Sementara itu, di Banda Aceh, layanan penyeberangan Ulee Lheue - Balohan tetap dapat melayani masyarakat dengan pengawasan intensif sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Dari wilayah Sumatera Barat, General Manager ASDP Cabang Padang, Hari Gunanto, menyampaikan bahwa sejumlah akses darat menuju utara dan timur mengalami hambatan serius akibat cuaca buruk. Meskipun akses menuju selatan masih dapat dilalui, ASDP memastikan bahwa layanan penyeberangan tetap berjalan untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat.

Adapun untuk hari ini, KMP Ambu-Ambu dijadwalkan kembali melayani rute Padang-Siberut. Sementara itu, KMP Gambolo akan beroperasi menuju Tuapeijat guna memastikan terpenuhinya mobilitas dan kebutuhan logistik masyarakat di Kepulauan Mentawai.

Kesiapsiagaan Internal dan Imbauan bagi Masyarakat

Selain melakukan penyesuaian operasional di berbagai cabang, ASDP juga memperkuat kesiapsiagaan internal melalui penyediaan peralatan komunikasi cadangan dan dukungan logistik bagi cabang-cabang yang terdampak. Upaya-upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar seluruh proses koordinasi dan pelayanan tetap berjalan dengan baik dan efisien.

Di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan tidak menentu, ASDP mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan hati-hati. Perusahaan juga mengingatkan para pengguna jasa untuk memastikan telah memiliki tiket sebelum menuju pelabuhan, tiba sesuai jadwal yang tertera, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.

Kini, seluruh tiket penyeberangan dapat dibeli secara online melalui aplikasi dan website resmi Ferizy hingga H-60 sebelum keberangkatan. Melalui platform Ferizy, pengguna jasa juga dapat memanfaatkan fasilitas refund sebesar 25 persen dan reschedule hingga 10 persen agar perjalanan tetap fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

"ASDP memastikan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan, kelancaran, dan keandalan layanan penyeberangan di seluruh Indonesia. Dengan koordinasi yang solid antara operator, regulator, dan masyarakat, layanan penyeberangan diharapkan tetap berjalan tertib dan mendukung mobilitas masyarakat meskipun di tengah dinamika cuaca yang terus berkembang," pungkas Rio Lasse menutup pernyataannya.