Prabowo: NU Selalu Hadir Menyelamatkan Negara Saat dalam Bahaya
Prabowo: NU Selalu Selamatkan Negara Saat Bahaya

Prabowo Tegaskan NU Sebagai Pilar Kebangsaan yang Selamatkan Negara

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah membuktikan diri sebagai salah satu pilar fundamental kebangsaan Indonesia. Menurut pernyataan resminya, organisasi Islam terbesar di tanah air ini selalu hadir untuk menyelamatkan bangsa setiap kali negara berada dalam situasi bahaya dan kondisi kritis yang mengancam kedaulatan.

Peran Historis NU dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Dalam pidatonya yang disampaikan pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Presiden Prabowo mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap kontribusi historis organisasi tersebut. "Seratus tahun perjalanan pengabdian NU telah membuktikan secara nyata bahwa mereka sungguh-sungguh merupakan pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia," tegas Prabowo dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, kepala negara menambahkan penekanan khusus: "Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan." Pernyataan ini disampaikan di hadapan ribuan jamaah yang hadir dalam peringatan satu abad organisasi keagamaan tersebut.

Keterlibatan NU dalam Pertempuran Surabaya 1945

Presiden Prabowo mengajak seluruh hadirin untuk mengingat kembali momen bersejarah ketika kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diproklamasikan oleh para pendiri bangsa diuji melalui pertempuran besar di Surabaya pada tahun 1945. Menurut analisisnya, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan tersebut meski harus berhadapan dengan kekuatan negara-negara besar dunia pada masa itu.

"Dalam pertempuran monumental itu, kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia. Kita telah berhasil menghadapi Inggris, yang merupakan pemenang Perang Dunia Kedua," ujar Prabowo dengan nada bangga.

Keberhasilan historis tersebut, menurut penjelasan presiden, tidak terlepas dari peran aktif para kiai, ulama, dan rakyat Jawa Timur yang tergabung dalam NU. "Rakyat Jawa Timur, khususnya rakyat Surabaya yang dipimpin oleh para kiai dan ulama, telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapa pun yang berniat menjajah bangsa kita," tambahnya dengan penuh semangat.

Pujian untuk Peran NU dalam Menjaga Persatuan Nasional

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menyampaikan pujian tinggi terhadap peran kontemporer NU dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh komponen NU, mulai dari para kiai, ulama, hingga warga Nahdliyin yang dinilainya konsisten menjaga kedamaian dan stabilitas nasional.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kiai, para ulama, terima kasih seluruh Nahdliyin, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama. Terima kasih atas peran nyata NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia," ungkap Prabowo dengan penuh penghargaan.

Presiden menilai NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang senantiasa setia menjaga martabat dan kebesaran bangsa Indonesia melalui berbagai kontribusi nyata. Prabowo pun menyampaikan harapan besar agar NU terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan serta memperkuat toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Harapan untuk Kontribusi NU di Masa Depan

Dalam penutup pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan doa dan harapan agar Nahdlatul Ulama semakin memperluas kiprah positifnya dalam berbagai aspek pembangunan bangsa. "Semoga Nahdlatul Ulama semakin besar kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan rakyat, menyatukan berbagai elemen masyarakat, dan menjaga kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

Prabowo juga menambahkan harapan khusus: "Nahdlatul Ulama semoga terus memberikan contoh konkret dalam menjaga dan memperkuat toleransi antara semua umat beragama di Indonesia." Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bersinergi dengan organisasi keagamaan dalam membangun bangsa yang lebih baik.

Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi keagamaan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.