Perjuangan 20 Tahun Penjual Kacamata Keliling untuk Naik Haji
Ahmad Nung, seorang penjual kacamata keliling di Karangasem, Bali, akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk berangkat ke Tanah Suci melaksanakan ibadah haji. Ia berhasil berangkat setelah menabung selama 20 tahun.
"Saya sangat senang dan bahagia, karena tahun ini bisa berangkat haji," kata Nung saat ditemui usai bersilaturahmi di rumah salah satu tokoh masyarakat Karangasem, Selasa (5/5/2026).
Sejak kecil, Nung sudah terbiasa berjualan kacamata keliling untuk membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan motor tua, ia berkeliling ke sejumlah tempat wisata, menjajakan dagangannya. Di sela-sela rutinitas berjualan, keinginan untuk berhaji perlahan tumbuh. Sekitar 20 tahun lalu, ia mulai menyisihkan penghasilan hariannya untuk ditabung.
Kebiasaan Menabung Sejak 20 Tahun Lalu
"Tiap hari saya selalu sisihkan uang untuk ditabung agar bisa naik haji, kadang Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu tergantung banyak dan tidaknya barang dagangan yang laku. Kadang kalau dapat jualan sedikit tidak ditabung, kalau dapat jualan lebih, lebih banyak ditabung," ujarnya sambil tersenyum.
Perjuangan itu kerap terasa berat. Nung harus menghidupi tujuh anak, termasuk biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Meski begitu, niatnya tak pernah surut.
Bantuan Keluarga untuk Melengkapi Biaya
Hingga akhirnya, impian itu menjadi kenyataan tahun ini. Meski demikian, ia mengakui biaya yang dikumpulkan belum sepenuhnya mencukupi. "Untuk bisa berangkat tahun ini, sebenarnya uangnya masih belum cukup. Untung ada anak dan ponakan yang bantu sedikit untuk biayanya," ujarnya lirih.
Kisah perjuangan Nung menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan ketekunan dan kesabaran, mimpi besar sekalipun dapat terwujud.



