Katedral Jakarta Serukan Tobat Ekologis dalam Rangkaian Pekan Suci
Gereja Katedral Jakarta telah memulai rangkaian perayaan Pekan Suci yang berlangsung dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah. Tahun ini, gereja tersebut menyerukan tobat ekologis bagi seluruh umat manusia, menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Makna Pembasuhan Kaki dan Relevansi Masa Kini
Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta, Romo Macarius Maharsono, menjelaskan bahwa perayaan Kamis Putih diawali dengan pengenangan peristiwa pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus. "Pembasuhan kaki oleh Yesus adalah ungkapan Allah yang mau membersihkan kekotoran debu dosa manusia, dan itu akan dilaksanakan terus-menerus," ujar Macarius kepada wartawan sebelum misa pada Kamis (2/4/2026).
Dia menerangkan bahwa pengenangan ini terjadi kembali ketika umat Katolik melakukan pembersihan dosa, saling mendukung, dan memberikan hidup. Dari konteks ini, dia menarik benang merah untuk mengajak umat manusia melakukan tobat ekologis. "Dalam konteks zaman sekarang atau tahun ini, Gereja sangat mengajak umat manusia seluruhnya untuk mengadakan pertobatan ekologis," jelasnya.
Pentingnya Pembersihan Dosa terhadap Alam dan Manusia
Menurut Romo Macarius, pembersihan dosa saat ini harus dilakukan tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam. "Kita harus mengadakan pembersihan atas dosa-dosa kita kepada alam dan kepada kemanusiaan," ungkapnya. Dia menambahkan bahwa manusia yang adil dan beradab adalah mereka yang menerima dan memberikan diri sebagai teman seperjalanan hidup dengan seluruh isi semesta.
Dia menekankan bahwa merawat bumi berarti merawat rumah bersama, di mana solidaritas, kemauan menolong, dan dukungan terhadap semua kehidupan harus diutamakan. "Juga kalau itu harus melewati sebuah penderitaan atau sakit atau pengorbanan-pengorbanan. Itu tema pokoknya yang kita jalankan pada tahun ini," kata dia.
Rangkaian Pekan Suci dan Implikasi Sosial
Rangkaian Pekan Suci di Katedral Jakarta mencakup berbagai kegiatan religius yang bertujuan untuk memperdalam iman dan refleksi. Seruan tobat ekologis ini diharapkan dapat menginspirasi umat untuk:
- Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian alam.
- Membangun solidaritas sosial dalam merawat bumi.
Dengan pesan ini, Gereja Katedral Jakarta tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada tanggung jawab ekologis yang menjadi isu global saat ini. Hal ini menunjukkan komitmen gereja dalam menjawab tantangan zaman dengan nilai-nilai keagamaan yang relevan.



