Kain Ka'bah Diganti Malam Ini, Jemaah Tawaf Diimbau Perbanyak Doa
Kain Ka'bah Diganti, Jemaah Diimbau Perbanyak Doa

Prosesi pergantian kain penutup Ka'bah atau kiswah yang berlangsung pada 1 Muharram 1448 H, Senin malam, 15 Juni 2026, bukan sekadar momen untuk diabadikan dengan kamera. Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Erti Herlina, mengingatkan seluruh jemaah agar menjadikan momentum langka ini sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Manfaatkan Momen untuk Berdoa

Erti menjelaskan bahwa jemaah yang berkesempatan menyaksikan langsung proses pergantian kiswah harus memanfaatkan waktu tersebut untuk menyampaikan berbagai hajat hidup. Ia menganjurkan jemaah untuk memperbanyak intensitas doa khusus ketika memandang Ka'bah, serta mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan.

"Yang paling utama, yaitu doa ketika melihat Ka'bah. Diperbanyak doa itu ketika kita sedang melihat pergantian kain kiswah," kata Erti saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin (15/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anjuran Mengangkat Tangan dan Bershalawat

Selain memanjatkan doa, Erti menyebut jemaah juga dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan layaknya posisi berdoa saat pertama kali melihat Ka'bah. Sikap ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi serta simbol kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Tidak hanya itu, jemaah juga disarankan untuk terus mengiringi pandangan mata mereka ke arah Ka'bah dengan melantunkan bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW secara berulang.

"Di situ juga kita bisa memanjatkan segala hajat ketika kita melihat Ka'bah sampai seluruh hajat-hajat kita disampaikan," sebut Erti menambahkan.

Prosesi Sakral yang Penuh Makna

Menurut Erti, pergantian kiswah merupakan momen sakral yang tidak selalu dapat disaksikan setiap tahun oleh semua umat Islam dunia. Atas dasar keistimewaan itulah, jemaah haji yang sedang berada di Masjidil Haram perlu memaknai prosesi agung ini lebih mendalam, bukan sekadar menjadikannya sebagai ajang dokumentasi pribadi atau konten media sosial semata.

Durasi Pemasangan Kiswah

Secara teknis, proses melepas dan memasang kain kiswah yang baru memakan waktu sekitar empat hingga lima jam sampai seluruh sisinya terpasang dengan sempurna. Selama rentang waktu yang panjang tersebut, jemaah memiliki ruang yang sangat luas untuk mengisi aktivitas mereka dengan zikir, doa, serta muhasabah diri.

"Bukan hanya sekadar foto atau video, tapi saat kita menyaksikan dari awal sampai akhir prosesnya, di saat momen itu kita bisa memanjatkan doa sebanyak-banyaknya," tutur Erti.

Simbol Pembaruan Spiritual

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa secara hukum syariat sebenarnya tidak terdapat keutamaan khusus atau ritual ibadah tertentu yang melekat secara spesifik pada prosesi pergantian kain kiswah. Namun, dari sudut pandang spiritual, momen ini memiliki nilai emosional yang tinggi karena menjadi alarm pengingat bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi total dan memperbaiki kualitas diri.

"Keutamaan tertentu secara syariah tidak ada, tetapi bagi kita ini menjadi momen yang sakral. Mungkin belum tentu kita bisa menyaksikan setiap tahun, sehingga momen itu kita abadikan dengan doa-doa kita dan hajat-hajat yang disampaikan kepada Allah," jelasnya secara gamblang.

Pergantian kiswah yang sengaja diletakkan pada momentum 1 Muharram ini sejatinya menjadi simbol pembaruan spiritual di awal tahun baru Hijriah. Erti menilai pergantian visual Ka'bah ini harus diadopsi sebagai momentum pengingat agar umat Islam terus konsisten meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kualitas amal perbuatan, serta memperkuat fondasi perjalanan spiritual ke depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga