Puntung Rokok Diduga Jadi Penyebab Kebakaran 4 Kapal Wisata di Labuan Bajo
Puntung Rokok Picu Kebakaran 4 Kapal Wisata Labuan Bajo

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Empat Kapal Wisata di Labuan Bajo

Sebanyak empat kapal wisata mengalami kebakaran saat berlabuh di Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini terjadi pada Jumat (13/2/2026) dini hari dan diduga kuat dipicu oleh puntung rokok yang tertinggal di kapal.

Dugaan Awal dan Kronologi Kejadian

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyatakan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah puntung rokok. Menurutnya, tidak ada penumpang maupun kru di kapal saat kejadian, dan mesin kapal dalam kondisi mati.

Stephanus menduga puntung rokok tersebut tertinggal saat kru pulang sekitar pukul 22.00 Wita, beberapa jam sebelum kebakaran terjadi. "Kemungkinan ada puntung rokok ketinggalan itu waktu mereka pulang," jelasnya.

Proses Pemadaman dan Dampak

Kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 30 menit dengan bantuan mobil pemadam kebakaran dan warga sekitar. Stephanus memastikan bahwa api tidak merembet ke kapal lain di sekitarnya. "Sekitar pukul 02.20 Wita, api berhasil dipadamkan," tambahnya.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan di kawasan wisata Labuan Bajo, yang dikenal sebagai destinasi populer. Pihak berwenang telah mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya seperti puntung rokok di area pelabuhan.

Implikasi dan Langkah Pencegahan

Kebakaran ini menyoroti pentingnya protokol keamanan yang ketat di kapal wisata, terutama dalam hal:

  • Pemantauan aktivitas kru sebelum meninggalkan kapal
  • Edukasi tentang bahaya puntung rokok di area rentan
  • Koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran setempat

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material diperkirakan signifikan. Pemerintah setempat diharapkan dapat mengevaluasi dan memperkuat regulasi keselamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.