KOMPAS.com - Paniki, salah satu makanan khas Sulawesi Utara, masuk ke dalam daftar 100 makanan terburuk di dunia versi situs ensiklopedia kuliner global TasteAtlas. Dilansir dari laman resmi TasteAtlas, Paniki mendapat nilai 2,2 dan berada di peringkat ke-24 dari 100.
Asal-usul Paniki
"Secara tradisional dibuat oleh masyarakat asli Minahasa dan berasal dari Sulawesi Utara, hidangan Indonesia ini menggunakan kelelawar buah sebagai bahan utama," dikutip dari situs resmi TasteAtlas, Minggu (21/6/2026).
Proses Memasak Paniki
Meskipun kelelawar sering digoreng atau dipanggang, cara yang paling populer adalah dengan memasukkannya ke dalam paniki, hidangan tradisional seperti sup. Paniki biasanya dimasak dengan bumbu rempah khas Minahasa, seperti jahe, kunyit, serai, dan cabai, sehingga menghasilkan cita rasa yang kuat dan unik.
Reaksi Publik
Masuknya Paniki dalam daftar tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat Indonesia, terutama dari Sulawesi Utara. Banyak yang menganggap penilaian TasteAtlas tidak objektif karena tidak mempertimbangkan kekayaan rasa dan tradisi di balik hidangan ini. Namun, bagi sebagian lainnya, hal ini justru menjadi kebanggaan karena Paniki dikenal di kancah internasional.
Daftar Lengkap 100 Makanan Terburuk
TasteAtlas juga merilis daftar lengkap 100 makanan terburuk di dunia yang mencakup berbagai hidangan dari berbagai negara. Beberapa di antaranya adalah hidangan dari Eropa, Asia, dan Amerika. Peringkat pertama ditempati oleh hidangan dari Skotlandia, yaitu Haggis, yang mendapat skor 1,8.
Baca juga: 60 Pancake Terenak di Dunia versi TasteAtlas 2026, Ada Serabi hingga Dadar Gulung dan 10 Olahan Daging Terbaik di Indonesia Versi TasteAtlas, Mana Favoritmu?



