Fried chicken selama ini identik dengan Amerika Serikat. Popularitas restoran cepat saji dan budaya kuliner Negeri Paman Sam membuat banyak orang mengira makanan ayam goreng renyah tersebut berasal dari sana. Namun, sejarah menunjukkan bahwa asal-usul fried chicken ternyata jauh lebih kompleks dan melibatkan perpaduan budaya dari berbagai belahan dunia.
Perpaduan Tradisi Skotlandia dan Afrika Barat
Para sejarawan kuliner menyebut bahwa fried chicken modern yang dikenal saat ini merupakan hasil pertemuan tradisi memasak dari Skotlandia dan Afrika Barat yang kemudian berkembang pesat di wilayah Amerika Selatan. Dikutip dari BBC Travel, salah satu teori yang paling banyak dibahas menyebutkan bahwa orang-orang Skotlandia telah memiliki tradisi menggoreng ayam sejak berabad-abad lalu.
Tradisi Menggoreng Ayam di Skotlandia
Orang Skotlandia dikenal gemar menggoreng ayam dalam lemak atau minyak, sebuah teknik yang sudah ada sejak abad pertengahan. Mereka biasa membumbui ayam dengan rempah-rempah sederhana sebelum digoreng hingga renyah. Tradisi ini kemudian dibawa oleh para imigran Skotlandia ke Amerika Serikat bagian selatan.
Pengaruh Afrika Barat
Sementara itu, dari Afrika Barat, para budak yang dibawa ke Amerika membawa teknik memasak ayam dengan bumbu-bumbu khas, seperti cabai, jahe, dan rempah lainnya. Mereka juga terbiasa menggoreng ayam dalam minyak kelapa sawit. Perpaduan teknik menggoreng Skotlandia dengan bumbu Afrika Barat inilah yang melahirkan fried chicken ala Amerika Selatan.
Perkembangan di Amerika Selatan
Di Amerika Serikat bagian selatan, terutama di negara bagian seperti Virginia, Carolina, dan Georgia, fried chicken menjadi hidangan populer di kalangan budak Afrika-Amerika. Mereka menyajikannya pada acara-acara khusus. Seiring waktu, hidangan ini menyebar ke kalangan kulit putih dan menjadi ikon kuliner Selatan.
Pada abad ke-20, fried chicken mulai dikomersialkan oleh restoran cepat saji seperti KFC, yang dipelopori oleh Kolonel Harland Sanders. Namun, asal-usulnya yang kaya akan sejarah dan perpaduan budaya sering terlupakan. Kini, fried chicken dinikmati di seluruh dunia dengan berbagai variasi, tetapi akarnya tetap pada tradisi Skotlandia dan Afrika Barat.



