Jakarta - Seorang pendaki asal Jawa Barat (Jabar), Endang Subarna (48), dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat melakukan pendakian. Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi terhadap korban.
Kronologi Kejadian
Korban melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian jalur Sembalun dengan didampingi porter dan tour organizer pada Kamis (14/5) pagi. Saat cuaca hujan, korban dan rombongan tiba di pos 4 dan beristirahat dengan didampingi 2 guide.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan saat hujan sudah reda sekitar pukul 16.00 WIB menuju Pelawangan Sembalun. Namun, sekitar 15 menit berjalan kaki, korban membuka jas hujannya dan melanjutkan jalan beberapa langkah sebelum menunduk dan terjatuh pingsan di jalur pendakian.
Upaya Pertolongan
Guide yang mendampingi korban segera melakukan penanganan awal dengan memanggil nama korban, namun tidak ada respons. Kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang sedang melakukan pendakian. Atas arahan dokter tersebut, pertolongan diberikan kepada korban, namun korban masih belum sadar.
Setelah mendapat informasi tentang kecelakaan di pos 4, petugas berkoordinasi dengan tim evakuasi (EMHC). Tim EMHC menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan assessment. Korban mengalami gagal napas dan dilakukan proses RJP (resusitasi jantung paru) oleh petugas dengan arahan tim medis dari EMHC.
Korban Tidak Tertolong
Korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas untuk selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong.
"Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan dilansir Antara, Jumat (15/5/2026).
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam pendakian gunung. Pendaki diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan kesehatan sebelum melakukan pendakian.



