Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Waspada Banjir Lahar

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Kembali, Status Tetap Waspada

Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada pagi hari ini, Rabu (15/4/2026). Peristiwa vulkanik ini terjadi tepat pukul 06.21 Wita, dengan tinggi kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung atau setara dengan ketinggian 2.184 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Data Seismik dan Imbauan Keselamatan

Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksono, erupsi ini terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 9,6 milimeter (mm) dan durasi kurang lebih 2 menit 14 detik. Saat ini, status gunung api tersebut tetap berada pada Level II atau Waspada, yang menandakan peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai.

Nurjansyah mengimbau dengan tegas kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, termasuk para pengunjung dan wisatawan, untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko cedera atau bahaya langsung dari material vulkanik yang dikeluarkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Potensi Banjir Lahar dan Dampak Kesehatan

Selain ancaman erupsi langsung, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung. Fenomena ini dapat terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi turun di area tersebut, yang mampu membawa material vulkanik dan menyebabkan banjir lahar yang berbahaya.

Wilayah-wilayah yang perlu lebih waspada meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Bagi warga yang terdampak hujan abu vulkanik, disarankan untuk segera menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat partikel abu yang berbahaya bagi kesehatan.

Koordinasi Pemerintah dan Pemantauan Lanjutan

Pemerintah daerah setempat telah melakukan koordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Selain itu, kerja sama juga dijalin dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Badan Geologi di Bandung, untuk memastikan pemantauan yang ketat dan respons cepat terhadap perkembangan situasi.

Dengan erupsi ini, penting bagi semua pihak untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari otoritas terkait dan mematuhi semua imbauan keselamatan yang dikeluarkan. Aktivitas gunung api yang tidak terduga dapat membawa dampak signifikan, sehingga kesiapsiagaan dan kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga