Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Sulteng Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR
6 Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Sulteng Ditemukan Selamat

Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Ampana Sulteng Berhasil Ditemukan Selamat

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Operasi penyelamatan ini dilaksanakan setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR Ampana.

Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian

Peristiwa ini terjadi di Desa Saluaba, Kecamatan Ampana, pada hari Minggu (12/4/2026). Keenam pendaki memulai perjalanan mereka sekitar pukul 08.40 WITA dan dijadwalkan kembali pada pukul 17.00 WITA. Namun, hingga malam hari, mereka tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi.

Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa upaya pencarian awal oleh keluarga dan masyarakat setempat tidak membuahkan hasil. Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°57'25.62"S 121°35'39.14"E, sekitar 10 kilometer dari Unit Siaga SAR Ampana dengan waktu tempuh 30 menit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tim rescue tiba di lokasi pada pukul 22.50 WITA dan segera melaksanakan operasi pencarian. Pada Senin dini hari pukul 00.12 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan keenam korban dalam kondisi selamat di koordinat 0°57'36.5"S - 121°35'58.4"E, sekitar satu kilometer dari puncak Gunung Lamari.

Evakuasi dan Penyerahan kepada Keluarga

Setelah ditemukan, para pendaki dievakuasi ke pos registrasi. "Pukul 01.00 WITA tim SAR gabungan tiba di pos registrasi dan langsung menyerahkan korban kepada pihak keluarga," ucap Rizal. Identitas keenam pendaki tersebut adalah Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur.

Imbauan untuk Kegiatan Pendakian

Rizal mengimbau masyarakat yang melakukan kegiatan petualangan untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang. "Sesuatu yang dipaksakan tanpa perhitungan matang bisa berakibat fatal. Banyak kejadian orang tersesat saat mendaki gunung karena faktor fisik, lalu tidak menguasai medan, maka setiap tindakan tidak boleh gegabah," katanya.

Dia menekankan pentingnya mempelajari kondisi medan, memperhitungkan logistik, dan beristirahat jika merasa lelah selama pendakian.

Unsur dan Peralatan dalam Operasi SAR

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, aparat desa, dan masyarakat setempat. Tim didukung dengan peralatan lengkap, seperti:

  • Alat navigasi
  • Alat komunikasi
  • Alat SAR gunung
  • Peralatan medis
  • Peralatan evakuasi

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Rizal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga