Solnitsata: Kota Garam Prasejarah Tertua di Eropa yang Ditemukan di Bulgaria
SOLNITSATA, sebuah kota kuno yang terletak di Bulgaria, telah menjadi subjek penelitian arkeologis yang menarik perhatian dunia. Konon, kota ini lahir pada ribuan tahun Sebelum Masehi, menjadikannya sebagai salah satu situs prasejarah paling signifikan di benua Eropa. Sejumlah arkeolog Bulgaria dengan tegas meyakini bahwa Solnitsata layak dinobatkan sebagai salah satu kota tertua di Eropa, bahkan mungkin yang tertua.
Bukti Arkeologis dan Pendapat Ahli
Menurut arkeolog terkemuka Vassil Nikolov, Solnitsata sangat memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai kota prasejarah. Nama Solnitsata dalam bahasa Bulgaria secara harfiah berarti pabrik garam, yang memberikan petunjuk awal tentang peran penting kota ini dalam sejarah kuno. Pada periode 5500-4200 Sebelum Masehi (SM), Solnitsata berfungsi sebagai pusat produksi garam tertua di Eropa, sebuah fakta yang didukung oleh temuan arkeologis yang mendalam.
Peran Garam dalam Perekonomian Kuno
Pada masa itu, garam bukan sekadar bumbu dapur, melainkan komoditas yang sangat vital dan berharga. Produksi garam menjadi penggerak utama perekonomian Solnitsata, dengan distribusi yang menjangkau hingga ke seluruh wilayah Balkan. Kekayaan yang dihasilkan dari perdagangan garam ini tercermin dalam penemuan koleksi benda-benda yang terbuat dari emas di situs bekas kota tersebut. Temuan ini menandakan bahwa masyarakat setempat hidup dalam kemakmuran yang luar biasa, berkat keuntungan dari industri garam yang mereka kuasai.
Struktur Kota dan Teknologi Ekstraksi
Selama tahun 4700-4200 SM, dibangun tembok yang mengelilingi kota ini, yang berfungsi untuk melindungi produksi garam yang sangat berharga. Penduduk Solnitsata kala itu diperkirakan hanya berjumlah sekitar 350 jiwa, dengan mata pencarian utama mereka adalah mengekstraksi garam laut. Teknologi ekstraksi garam yang digunakan pada zaman itu kini tersimpan dan dipamerkan di Museum Garam Pomorie, yang terletak di tenggara Bulgaria.
Di museum tersebut, pengunjung dapat menyaksikan peralatan-peralatan kuno yang pernah digunakan dalam proses produksi garam. Proses ini melibatkan perebusan air laut di bawah terik matahari, sebuah metode yang menunjukkan kecerdasan dan ketrampilan masyarakat prasejarah dalam memanfaatkan sumber daya alam. Penemuan ini tidak hanya mengungkap sejarah ekonomi, tetapi juga aspek teknologi dan sosial dari kehidupan di Solnitsata.
Dengan demikian, Solnitsata tidak hanya sekadar kota kuno, tetapi juga simbol dari peradaban awal yang maju, di mana garam memainkan peran sentral dalam membentuk kemakmuran dan pengaruh regionalnya. Penelitian lebih lanjut di situs ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak rahasia tentang kehidupan prasejarah di Eropa.