Ratusan Ribu Jemaah Selawat di Situbondo Doakan Indonesia Lebih Baik
Ratusan Ribu Jemaah Selawat di Situbondo Doakan Indonesia

Seratusan ribu masyarakat dan jamaah selawat nariyah dari berbagai daerah berkumpul di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu (19/7) untuk berselawat bersama dan mendoakan bangsa Indonesia lebih baik. Acara ini merupakan bagian dari Haul Masyayikh yang digelar untuk mendoakan para ulama, tokoh masyarakat, dan kiai se-nusantara yang telah wafat, sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu.

Bupati Situbondo: Mendoakan Bangsa Lebih Baik

Bupati Situbondo yang juga Ketua panitia Haul Masyayikh, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan para masyayikh dan tokoh masyarakat se-nusantara agar mendapatkan berkah, serta mendoakan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. "Tentu yang pertama harapannya dalam Haul Masyayikh ini mendoakan masyayikh dan tokoh masyarakat se-nusantara, mendapatkan berkah. Selain itu juga mendoakan bangsa Indonesia lebih baik," katanya kepada wartawan di Situbondo.

Dipimpin Pengasuh Ponpes Wali Songo

Kegiatan mendoakan kiai, para guru, dan pendahulu ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, KHR Moh Kholil As'ad Syamsul Arifin. Acara ini dihadiri oleh para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur serta jamaah selawat nariyah dari berbagai daerah se-nusantara, termasuk Jakarta, Kalimantan, dan daerah lainnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gus Kautsar Ajak Konsisten Berselawat

Ulama muda kharismatik KH Muhammad Abdur Rahman Al Kautsar, atau akrab disapa Gus Kautsar, yang hadir dalam acara tersebut mengajak seluruh jamaah untuk konsisten mengamalkan selawat nariyah. Menurutnya, selawat nariyah akan memberikan kemudahan atas apa yang diinginkan atau dicita-citakan, serta menjauhkan dari kemelaratan dan kelemahan. "Kenapa disebut nariyah, karena semua permohonan kita akan cepat dikabulkan Allah SWT. Tidak usah banyak-banyak, cukup 11 kali dalam sehari, insya-Allah rekening kita tidak akan ada habisnya," tutur putra Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, itu.

Gus Kautsar menambahkan bahwa umat Islam memiliki keinginan yang sama, yaitu selamat di dunia dan akhirat. Dengan mengamalkan selawat nariyah, akan mendatangkan ampunan dari Allah SWT atas perbuatan salah yang dilakukan. "Kita ini adalah orang yang ingin selamat di dunia dan akhirat. Kita ini banyak salah, mudah tergoda dan lalai, tapi banyak berselawat, insya-Allah selamat dan diampuni oleh Allah SWT," katanya.

Hadir Juga Para Tokoh Nasional

Dari pantauan, Haul Masyayikh dihadiri pula oleh para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini, mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta tokoh-tokoh lainnya. Acara ini menjadi momentum kebersamaan dan doa bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga