Putra Konglomerat Malaysia Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Harta Rp89,7 Triliun
Putra Konglomerat Malaysia Pilih Jadi Biksu Tinggalkan Harta

Ven Ajahn Siripanyo, seorang biksu Buddha, memilih untuk meninggalkan kekayaan keluarganya dan mendedikasikan hidupnya pada pengabdian spiritual. Ia adalah putra dari Ananda Krishnan, salah satu orang terkaya di Malaysia dengan kekayaan diperkirakan mencapai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp89,7 triliun. Meskipun sangat sulit menemukan jejaknya sebelum menjadi biksu, berikut beberapa hal tentangnya yang berhasil diketahui.

Latar Belakang Keluarga dan Kekayaan

Ananda Krishnan adalah seorang taipan Malaysia yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk minyak dan gas, telekomunikasi, serta properti. Kekayaannya yang mencapai miliaran dolar AS menjadikannya salah satu tokoh terkaya di Asia Tenggara. Namun, putranya, Ven Ajahn Siripanyo, memilih jalan yang berbeda dengan meninggalkan semua harta tersebut untuk menjadi seorang biksu.

Kehidupan Spiritual

Ven Ajahn Siripanyo dikenal sebagai biksu yang taat dan rendah hati. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun di biara-biara di Thailand dan Myanmar, menjalani kehidupan sederhana yang penuh meditasi dan pengajaran Dharma. Keputusannya untuk meninggalkan kekayaan duniawi menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai spiritual Buddha.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jejak yang Sulit Dilacak

Sebelum menjadi biksu, informasi tentang Ven Ajahn Siripanyo sangat terbatas. Ia menjaga privasinya dengan ketat dan jarang muncul di publik. Hal ini membuat banyak orang penasaran tentang latar belakangnya dan alasan di balik keputusannya yang radikal. Namun, yang pasti, pilihannya telah menginspirasi banyak umat Buddha di seluruh dunia.

Dampak dan Inspirasi

Kisah Ven Ajahn Siripanyo menjadi contoh nyata tentang bagaimana seseorang dapat meninggalkan kemewahan demi mengejar kedamaian batin. Banyak yang melihatnya sebagai teladan dalam melepaskan keterikatan materi. Meskipun ia tidak aktif di media sosial atau wawancara, pengaruhnya terasa melalui ajaran dan kehidupan sehari-harinya sebagai biksu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga