Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengukuhkan 16 anggota Akademi Jakarta untuk masa bakti 2026-2031 dalam sebuah upacara yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (23/6/2026). Dari total anggota yang dilantik, sembilan di antaranya merupakan anggota lama yang dipercaya kembali, sementara tujuh lainnya adalah wajah baru yang akan memperkuat lembaga kebudayaan tersebut.
Akademi Jakarta sebagai Mitra Strategis Pemprov DKI
Akademi Jakarta merupakan lembaga kebudayaan yang beranggotakan para seniman, budayawan, dan cendekiawan. Tugas utama mereka adalah memberikan pandangan serta rekomendasi bagi pengembangan seni dan budaya di ibu kota. Pramono berharap para anggota yang baru dikukuhkan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merumuskan arah kebudayaan menjelang lima abad Jakarta pada 2027, sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.
“Dalam transformasi menuju kota global, budaya tidak boleh hanya menjadi pelengkap pembangunan. Budaya harus menjadi identitas, karakter, dan kekuatan yang membedakan Jakarta dari kota-kota besar lain di dunia,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Komitmen Pemprov DKI untuk Ruang Seni dan Budaya
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI ke depan akan membuka ruang yang lebih luas bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk berkarya serta berekspresi. Hal ini mencakup pembenahan tata kelola fasilitas kesenian, termasuk Taman Ismail Marzuki (TIM), agar ruang budaya semakin inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.
“Jakarta ingin membuka ruang yang lebih luas bagi budaya, seni, dan ekspresi masyarakat. Karena itu, pembenahan, perbaikan, dan pengelolaan bersama panggung-panggung utama seperti Taman Ismail Marzuki menjadi penting untuk membentuk wajah seni dan budaya Jakarta ke depan,” jelas Pramono.
Dukungan Ekosistem Budaya: Planetarium dan Insentif Pajak
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan bahwa dukungan terhadap ekosistem budaya juga dilakukan melalui pembukaan kembali Planetarium Jakarta, peningkatan fasilitas Taman Ismail Marzuki, serta pemberian insentif berupa keringanan pajak sebesar 50 persen bagi produksi film. Menurutnya, langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong kreativitas dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan.
“Ruang-ruang seperti itulah yang harus kita jaga bersama. Mudah-mudahan Jakarta semakin penuh warna. Pembangunan fisik terus berjalan, tetapi yang paling utama adalah membuat warga Jakarta merasa nyaman,” tandas Pramono.
Daftar 16 Anggota Akademi Jakarta yang Dikukuhkan
Berikut adalah 16 anggota Akademi Jakarta yang dikukuhkan oleh Gubernur Pramono Anung:
- Afrizal Malna
- Alia Swastika
- Armantono
- Bambang Harymurti
- Candra Darusman
- Dewi Noviami
- I Sandyawan Sumardi
- Dwinita Larasati
- JJ Rizal
- Kamala Chandrakirana
- Karlina Supelli
- N. Syamsuddin Ch Haesy
- R. Ay. Siti N. Kusumastuti
- Seno Gumira Ajidarma
- Tisna Sanjaya
- Zeffry Alkatiri
Dengan dikukuhkannya para anggota ini, diharapkan Akademi Jakarta dapat terus berkontribusi dalam memajukan seni dan budaya di ibu kota, serta menjadi mitra strategis bagi Pemprov DKI dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.



