Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan haul akbar untuk para ulama dan habaib Betawi pada Jumat, 19 Juni 2026, sore hari. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan utama berlangsung di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) dan diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 20.000 jemaah yang berasal dari Jakarta dan daerah sekitarnya.
Tema dan Tujuan
Mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global", haul ini bertujuan untuk memberikan penghormatan mendalam kepada para ulama dan habaib Betawi. Mereka dinilai berjasa besar dalam bidang dakwah, pendidikan keagamaan, serta pembangunan sosial kemasyarakatan di Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Rangkaian Acara
Rangkaian kegiatan haul dimulai sejak Jumat pagi dengan gerakan bersih-bersih di 4.443 masjid dan 6.657 musala di seluruh wilayah Jakarta. Selanjutnya, dilakukan ziarah ke makam para ulama dan habaib Betawi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dijadwalkan melakukan ziarah ke makam Guru Marzuqi di Cipinang Muara, Jakarta Timur. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, berziarah ke makam Guru Mughni di Kuningan, Jakarta Selatan. Para wali kota, bupati, camat, dan lurah juga melaksanakan ziarah ke makam ulama yang telah ditentukan di wilayah masing-masing.
Pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, digelar khotmul Qur'an di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, yang melibatkan 60 santri dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. Puncak acara haul akbar berlangsung di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Para jemaah diimbau untuk mengenakan busana bernuansa putih.
Rekayasa Lalu Lintas
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas dan layanan transportasi bagi masyarakat selama penyelenggaraan haul. Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas situasional akan diberlakukan di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara, khususnya arah dari barat (Tanah Abang) maupun utara (Kota) menuju timur (Senen). Berikut adalah rute alternatif yang disediakan:
- Harmoni menuju Bundaran HI: Melalui Jl. Majapahit - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. MH Thamrin.
- Harmoni menuju Tugu Tani: Melalui Jl. Ir H Juanda - Jl. Pos - Jl. Gedung Kesenian - Jl. Lapangan Banteng Utara - Jl. Lapangan Banteng Barat - Jl. Taman Pejambon - Jl. Pejambon - Jl. Medan Merdeka Timur - Jl. M.I. Ridwan Rais.
- Harmoni menuju Stasiun Gambir: Melalui Jl. Majapahit - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. MH Thamrin - Jl. Kebon Sirih - Jl. MI Ridwan Rais - Jl. Medan Merdeka Timur.
- Bundaran HI menuju Harmoni: Melalui Jl. MH Thamrin - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. Majapahit ATAU Jl. MH Thamrin - Jl. Budi Kemuliaan - Jl. Abdul Muis - Jl. Majapahit.
- Bundaran HI menuju Senen: Melalui Jl. MH Thamrin - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. Majapahit - Jl. Ir H Juanda - Jl. Pos - Jl. DR Sutomo - Jl. Gunung Sahari Raya.
- Tanah Abang menuju Tugu Tani: Melalui Jl. Jatibaru Raya - Jl. Kebon Sirih.
- Tugu Tani menuju Tanah Abang: Melalui Jl. MI Ridwan Rais - Jl. Medan Merdeka Timur - Jl. Medan Merdeka Utara - Jl. Majapahit - Jl. Abdul Muis.
- Kramat/Salemba menuju Tanah Abang: Melalui Jl. Kramat Raya - Jl. Pasar Senen - Jl. Gunung Sahari Raya - Jl. Budi Utomo - Jl. Lapangan Banteng Utara - Jl. Katedral - Jl. Ir H Juanda - Jl. Suryopranoto.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh ulama dan habaib Jakarta, termasuk Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Dengan adanya haul ini, diharapkan harmoni keagamaan di Jakarta semakin kuat di tengah keberagaman menuju Jakarta sebagai kota global.



