Pawai Ogoh-ogoh Sambut Nyepi dan Idul Fitri Digelar di Mataram
Pawai Ogoh-ogoh Sambut Nyepi dan Idul Fitri di Mataram

Pawai Ogoh-ogoh Sambut Nyepi dan Idul Fitri Digelar di Mataram

Sebuah pawai ogoh-ogoh akan digelar di Kota Mataram, Bali, dalam rangka menyambut dua perayaan besar keagamaan sekaligus: Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara ini merupakan hasil dari pertemuan yang diadakan di Pemerintah Kota Mataram, yang turut melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mataram untuk memastikan kelancaran dan kerukunan dalam pelaksanaannya.

Lokasi dan Peserta Pawai

Berdasarkan keputusan dari pertemuan tersebut, pawai ogoh-ogoh akan berlangsung di sepanjang Jalan Pejanggik di Mataram. Parade ini direncanakan akan diikuti oleh sejumlah pemuda Bali yang dengan penuh semangat mengarak ogoh-ogoh, menciptakan suasana yang meriah dan penuh makna budaya.

Makna dan Filosofi Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh sendiri adalah karya seni khas Bali yang berupa patung besar, sering kali menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam kebudayaan Bali, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan alam semesta (Bhu) dan waktu (Kala) yang tak terukur serta tidak terbantahkan. Patung ini biasanya dibuat dengan detail yang rumit dan warna-warna mencolok, simbolisasi dari pengendalian sifat-sifat negatif sebelum menyambut tahun baru.

Pawai ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama, terutama dalam menyambut Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh berdekatan. Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan keragaman budaya dan keharmonisan sosial di Bali.