Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memberikan keterangan terbaru mengenai perkembangan investigasi dugaan penyebab kecelakaan yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Soerjanto menyatakan bahwa para investigator masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Para investigator belum kembali," ujar Soerjanto kepada wartawan pada Senin (11/5/2026).
Soerjanto tidak merinci detail temuan terkait insiden tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data di lapangan. "Sampai hari ini masih pengumpulan data lapangan," katanya.
Temuan Kemenhub
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan sejumlah temuan terkait kecelakaan yang melibatkan Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan truk tangki bernomor polisi BG-8196-QB di Musi Rawas Utara. Kemenhub menyebut bahwa bus ALS tersebut tidak memiliki izin operasi sejak tahun 2020.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan telah meninjau langsung lokasi kecelakaan dan memeriksa kendaraan yang terlibat. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari KNKT dan penyelidikan dari Kepolisian. "Adapun terkait dengan penyebab kecelakaan, Ditjen Hubdat menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyelidikan pihak Polri," kata Aan seperti dikutip dari situs resmi Hubdat Kemenhub pada Jumat (8/5).
Kronologi Kejadian
Bus ALS melintas di Terminal Tipe A Batay (Lahat) dengan tujuan Medan dengan manifes 10 penumpang. Selanjutnya, di Terminal Lubuklinggau, bus tercatat meninggalkan terminal pada pukul 10.00 WIB dengan total manifes 18 orang yang terdiri dari 14 penumpang dan empat kru.
Kecelakaan ini mengakibatkan korban jiwa sebanyak 16 orang, terdiri dari 11 penumpang bus, 3 kru bus, dan 2 kru truk tangki. Sementara itu, korban luka-luka sebanyak empat orang, terdiri dari tiga penumpang bus dan satu kru bus. Jumlah korban tewas kemudian bertambah menjadi 18 orang.
KNKT terus berupaya mengumpulkan data dan bukti di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut ini.



