Napak Tilas Jejak Rahmah El Yunusiyyah, Menbud Soroti Pendidikan Perempuan
Padang Panjang - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kegiatan napak tilas untuk menelusuri jejak perjuangan pahlawan nasional asal Sumatera Barat, Rahmah El Yunusiyyah. Kunjungan ini berlangsung di Padang Panjang pada Sabtu, 14 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan tokoh perempuan pelopor pendidikan Islam di Indonesia.
Kunjungan ke Museum Rumah Kediaman
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah kediaman Rahmah El Yunusiyyah yang kini telah bertransformasi menjadi museum. Fadli Zon didampingi langsung oleh cicit sekaligus pimpinan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady. Dalam kunjungan tersebut, Menbud meninjau memoar perjalanan hidup Rahmah, mencakup silsilah keluarga, upaya mendirikan Diniyyah Puteri, serta berbagai penghargaan yang diterimanya.
Fadli menilai kepeloporan Rahmah El Yunusiyyah merupakan teladan penting bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia. "Saat itu ia berusia sangat muda, berinisiatif mendirikan sekolah yang hingga saat ini semakin membesar dan mencetak para guru hingga disebarkan ke seluruh Nusantara," ujar Fadli dalam keterangannya.
Rahmah El Yunusiyyah dan Warisan Pendidikan
Rahmah El Yunusiyyah, penggagas Perguruan Diniyyah Puteri, ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada tahun 2025. Lembaga pendidikan ini tidak hanya mencetak guru, tetapi juga:
- Membentuk karakter perempuan berjiwa Islam
- Mempersiapkan ibu sebagai pendidik dalam keluarga dan masyarakat
- Menumbuhkan tanggung jawab sosial demi kesejahteraan sesama atas dasar pengabdian kepada Allah SWT
Fadli menjelaskan bahwa sejumlah tokoh penting yang berkiprah di tingkat nasional hingga internasional lahir dari Diniyyah Puteri. Salah satu alumni terkenal adalah Rasuna Said, yang juga telah dianugerahi gelar pahlawan nasional. Terdapat pula tokoh dari Malaysia, Aishah Gani, serta sejumlah tokoh perempuan yang kini berkiprah di berbagai bidang profesional.
Dorongan untuk Pelestarian Museum
Lebih lanjut, Fadli menilai keberadaan museum yang menempati kediaman asli Rahmah El Yunusiyyah memiliki nilai sejarah yang penting dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Ia mendorong upaya penetapan museum sebagai Cagar Budaya Nasional agar nilai sejarah dan keteladanan tokoh Rahmah El Yunusiyyah dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Rangkaian Kegiatan Napak Tilas
Tidak jauh dari lokasi museum, rangkaian napak tilas dilanjutkan dengan berziarah ke makam Rahmah El Yunusiyyah dan meninjau langsung asrama Perguruan Diniyyah Puteri. Asrama seluas 2,5 hektare tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran yang mendukung kegiatan pendidikan santri.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian jejak sejarah tokoh bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam memajukan pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kegiatan napak tilas turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, dan jajaran pejabat pemerintah daerah Padang Panjang. Hadir mendampingi Menbud Fadli Zon yakni Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatra Barat, Nurmatias.
