Menbud Fadli Zon Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Majukan Kebudayaan Indonesia
Menbud Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Majukan Kebudayaan

Menbud Fadli Zon Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Majukan Kebudayaan Indonesia

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud), Fadli Zon, menggelar pertemuan strategis dengan Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya (MCB) sebagai bagian dari pertemuan awal tahun 2026. Acara yang berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) di Jakarta ini menjadi forum dialog sekaligus penguatan kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan Indonesia.

Apresiasi dan Pentingnya Kerja Sama

Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada para anggota Dewan Penyantun yang telah berkontribusi dalam berbagai upaya pemajuan kebudayaan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta menjadi kunci dalam mempercepat pengelolaan museum serta pelestarian cagar budaya di Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi para anggota Dewan Penyantun. Kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta sangat berarti dalam memperkuat pengelolaan museum serta pelestarian cagar budaya di Indonesia yang berkelanjutan," ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Peningkatan Indikator Kebudayaan

Fadli Zon menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai indikator pemajuan kebudayaan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Indeks Pemajuan Kebudayaan mengalami kenaikan yang baik, sementara minat masyarakat terhadap museum juga meningkat pesat.

Lebih lanjut, ia mengatakan Museum Nasional, misalnya, mencatat kunjungan sekitar 700 ribu orang per tahun. Pada akhir pekan jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 10 ribu orang, bahkan saat libur panjang pernah mencapai rekor hingga 12.750 pengunjung dalam satu hari.

Program Pelestarian Cagar Budaya

Ia juga memaparkan sejumlah perkembangan penting, termasuk rencana pemugaran area Museum Nasional yang terdampak kebakaran. Proses renovasi direncanakan dimulai pada Juni 2026 setelah seluruh detail desain rampung. Selain itu, berbagai upaya pelestarian cagar budaya juga terus berjalan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Adapun beberapa program yang sedang berjalan, antara lain:

  • Pemugaran Candi Plaosan dengan dukungan dari sektor swasta.
  • Pengembangan kawasan Muara Jambi.
  • Pemasangan chattra Candi Borobudur yang direncanakan dalam waktu dekat.
  • Dukungan terhadap pemugaran Situs Gunung Padang.

Pemerintah juga tengah menyiapkan program penataan sejumlah keraton di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan destinasi wisata budaya yang direncanakan mulai April mendatang.

"Pemajuan kebudayaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kita membutuhkan semangat gotong royong dari berbagai pihak, termasuk dari Dewan Penyantun, agar warisan budaya kita dapat terpelihara dan dimanfaatkan secara optimal," tegas Fadli Zon.

Perkembangan Sektor Budaya Kontemporer

Selain pelestarian cagar budaya, Fadli Zon juga menyampaikan perkembangan positif pada sektor budaya kontemporer. Industri film nasional pada tahun 2025 mencatat capaian yang baik dengan pangsa pasar film Indonesia mencapai sekitar 67 persen di dalam negeri. Sejumlah karya film nasional berhasil meraih jutaan penonton dan memperkuat posisi industri film Indonesia di pasar domestik.

Selain itu, pemerintah juga aktif mendorong partisipasi sineas Indonesia dalam berbagai festival film internasional, seperti Rotterdam Film Festival, Sundance Film Festival, Cannes Film Festival, hingga Busan International Film Festival. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi guest of honor dalam Cannes Film Festival pada tahun 2028.

Dalam bidang seni rupa, pemerintah juga akan memfasilitasi partisipasi seniman Indonesia dalam Venice Biennale 2026 dengan mengirimkan 14 seniman. Sementara itu, berbagai perkembangan positif juga terlihat pada ekosistem seni pertunjukan, musik, serta sastra yang semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Laporan Capaian MCB

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esty Nurjadin melaporkan berbagai capaian kegiatan sepanjang tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa MCB yang mengelola 19 museum dan 34 cagar budaya telah menyelenggarakan berbagai pameran, program revitalisasi, serta peningkatan fasilitas pengelolaan museum dan situs budaya.

Sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain:

  1. Pameran akulturasi Tionghoa di Nusantara.
  2. Pameran Misykat tentang peradaban Islam Nusantara.
  3. Pameran Nyala 200 Tahun Diponegoro.
  4. Berbagai pameran lainnya yang melibatkan kerja sama dengan institusi internasional seperti Tokyo National Museum.

Selain itu, berbagai program revitalisasi juga telah dilakukan, termasuk perbaikan Benteng Rotterdam di Sulawesi Selatan, pembenahan Benteng Marlborough di Bengkulu, serta peningkatan sistem keamanan penyimpanan koleksi di Museum Nasional.

Esty juga menjelaskan bahwa Museum Nasional kini memiliki sejumlah fasilitas baru, termasuk entrance hall seluas sekitar 1.200 meter persegi, command center untuk memantau aktivitas di berbagai unit museum dan cagar budaya, serta Masjid Samudera Pasai yang mampu menampung hingga 600 jamaah.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan museum dan cagar budaya agar dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," ujar Esty.

Pemugaran Situs Gunung Padang

Terkait pemugaran Situs Gunung Padang di Jawa Barat, Ketua Tim Pemugaran Gunung Padang, Ali Akbar melaporkan bahwa proses penelitian dan pemugaran telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa pada awal penelitian kawasan tersebut masih berupa bukit yang dipenuhi vegetasi sebelum kemudian dibersihkan dan diteliti lebih lanjut.

Ali Akbar menyampaikan bahwa kawasan yang akan diteliti memiliki luas sekitar tiga hektar. Program ke depan mencakup pemugaran beberapa teras situs pada tahun 2026, pemugaran keseluruhan teras dan lereng pada tahun 2027, serta penataan kawasan pendukung.

"Pemugaran ini bertujuan untuk memperbaiki struktur batuan yang ada sekaligus memastikan situs ini dapat diteliti dan dilestarikan dengan baik," jelasnya.

Dukungan dari Dewan Penyantun

Di sisi lain, Ketua Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya, Hasyim Djojohadikusumo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam memperkuat perhatian terhadap sektor kebudayaan. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengelolaan museum serta pelestarian cagar budaya merupakan langkah yang sangat positif.

"Kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam pelestarian museum dan cagar budaya merupakan hal yang sangat baik. Ini menunjukkan keseriusan kita untuk menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap pelestarian lingkungan dan warisan alam, termasuk pengelolaan taman nasional, turut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Sementara itu, anggota Dewan Penyantun sekaligus Chairman Lippo Group, James Riady menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai program pemajuan kebudayaan yang dijalankan Kementerian Kebudayaan. Ia menilai berbagai inisiatif yang dilakukan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga warisan intelektual dan sejarah peradaban Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan. Pelestarian sejarah dan peradaban sangat penting, terutama di tengah era globalisasi saat ini," ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para anggota Dewan Penyantun dapat lebih banyak terlibat dalam berbagai program yang sedang dijalankan sehingga kontribusi yang diberikan dapat semakin luas.

Komitmen Berkelanjutan

Menutup pertemuan, Fadli Zon menyampaikan bahwa Kemenbud terus berkomitmen dalam memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Penyantun, dalam mendukung pelestarian museum dan cagar budaya di berbagai daerah. Ia juga berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang sehingga berbagai upaya pemajuan kebudayaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Sugianto Kusuma; CEO GDP Venture, Martin Hartono; CEO Bakrie & Brothers, Anindya Bakrie, serta anggota Dewan Penyantun lainnya. Hadir mendampingi Fadli Zon dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta; serta Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan.