Iran Jadikan Kampus Bekas Serangan AS-Israel Sebagai Museum Perang
Iran Jadikan Kampus Bekas Serangan AS-Israel Museum

Iran berencana mengubah lokasi bekas serangan di sebuah universitas di Isfahan menjadi museum yang mendokumentasikan dampak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah.

Museum Perang di Universitas

Kepala Universitas Teknologi Isfahan, Zafarollah Kalantari, menyatakan bahwa area yang rusak akibat serangan akan dipertahankan sebagai museum perang. "Lokasi yang rusak saat ini akan dilestarikan sebagai museum perang di universitas untuk tetap menjadi dokumen penindasan ilmiah negara dalam sejarah," ujarnya kepada AFP pada Minggu, 3 Mei 2026.

Kalantari menambahkan bahwa lahan lain telah disiapkan untuk pembangunan gedung baru dan pengadaan peralatan canggih bagi universitas. Informasi ini disampaikan melalui kantor berita resmi IRNA.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kerusakan dan Biaya

Penilaian awal memperkirakan kerusakan pada bangunan dan fasilitas universitas mencapai sekitar 11 juta dolar AS. Serangan yang terjadi pada Maret lalu tidak hanya menghantam Universitas Teknologi Isfahan, tetapi juga lebih dari 30 universitas di seluruh Iran, termasuk di ibu kota Teheran, serta daerah pemukiman dan infrastruktur sipil lainnya.

Gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April. Dengan adanya museum ini, diharapkan generasi mendatang dapat memahami dampak dari konflik tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga