Festival Imlek Jakarta 2026 Digelar di Sudirman-Thamrin, Rano Karno: Akan Lebih Meriah
Festival Imlek Jakarta 2026 Digelar di Sudirman-Thamrin

Festival Imlek Jakarta 2026 Siap Meriahkan Ibu Kota dengan Ragam Acara Budaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar Festival Imlek Jakarta pada tanggal 13 hingga 17 Februari 2026. Acara tahunan ini akan berpusat di kawasan ikonik Bundaran Hotel Indonesia (HI) serta sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin, menawarkan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut Tahun Baru Imlek.

Persiapan Intensif dengan Keterlibatan Berbagai Pihak

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa persiapan perayaan Imlek tahun ini dilakukan dengan lebih serius dan meriah. Dalam kunjungannya ke Bundaran HI pada Rabu (11/2/2026), Rano menyatakan bahwa Pemprov telah melibatkan berbagai pihak, termasuk pengelola gedung, pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha di kawasan pusat kota.

"Hari ini kita datang ke sini sekaligus mengecek sudah sampai mana persiapan. Dalam rangka hari Imlek ini Jakarta menyambut cukup serius. Kita libatkan seluruh gedung yang di sini, kita bikin lomba. Nanti ini akan jauh lebih meriah," ujar Rano Karno dengan penuh semangat.

Lomba Dekorasi dan Instalasi Cahaya Tema Imlek

Salah satu highlight dari festival ini adalah lomba dekorasi Imlek yang digelar di gedung-gedung sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jenderal Sudirman. Lomba ini bertujuan mengajak para pengelola kawasan, peritel, dan pemilik gedung untuk berinovasi dalam mempercantik wajah ibu kota dengan ornamen bernuansa Imlek.

"Lomba dekorasi Imlek digelar di gedung-gedung di sepanjang Thamrin, Sudirman. Ini mengajak para peritel, kawasan, pengelola gedung untuk berinovasi mempercantik wajah ibu kota," jelas Rano Karno.

Selain itu, festival juga akan menampilkan instalasi cahaya tematik di sekitar Bundaran HI, menciptakan suasana magis yang dapat dinikmati oleh warga Jakarta dan pengunjung.

Pertunjukan Seni Budaya Kolosal dan Perluasan Lokasi

Festival Imlek Jakarta tidak hanya menawarkan dekorasi, tetapi juga pertunjukan seni budaya Tionghoa yang spektakuler. Salah satunya adalah Simfoni Imlek Jakarta Kolosal yang dijadwalkan tampil pada 13 Februari. Pertunjukan ini akan menampilkan lebih dari 50 alat musik tradisional Tionghoa dan tarian tematik, digelar di kawasan depan Plaza Indonesia dengan durasi sekitar satu jam.

Rangkaian acara juga diperluas ke sejumlah lokasi lain di Jakarta, termasuk:

  • Festival Pecinan Jakarta pada 15-17 Februari di Anjungan DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
  • Festival Klenteng Jakarta
  • Perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret di Pancoran Chinatown Point

Tidak Ada Penutupan Jalan, Dorong Pariwisata dan Ekonomi

Rano Karno memastikan bahwa selama Festival Imlek berlangsung, tidak akan ada penutupan jalan seperti car free night. Kawasan Sudirman-Thamrin tetap dibuka untuk lalu lintas agar aktivitas kota dapat berjalan normal.

"Kita tidak tutup jalan, karena ini bagian dari Jakarta yang harus hidup. Kegiatan malam akan dinikmati sama seperti waktu Christmas," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa rangkaian perayaan lintas budaya ini disiapkan untuk mendorong pariwisata dan pergerakan ekonomi Jakarta. Hal ini menyusul tingginya okupansi hotel saat periode libur akhir tahun lalu. Jakarta ingin menampilkan diri sebagai kota global yang merayakan keberagaman dan inklusivitas.

Dengan berbagai persiapan yang matang, Festival Imlek Jakarta 2026 diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan ekonomi ibu kota.