Bunyi Siulan Khas Penjual Kue Putu Ternyata Suara Uap Panas
Bunyi Siulan Khas Penjual Kue Putu dari Uap Panas

Penjual kue putu memiliki ciri khas saat menjajakan makanan tradisional ini, yaitu bunyi menyerupai siulan keras atau peluit yang menjadi penanda bagi pembeli bahwa mereka sedang melintas. Bunyi ini sebenarnya bukan berasal dari alat peluit buatan, melainkan suara uap panas yang terdorong keluar dari cetakan saat adonan kue sedang dikukus.

Proses Pembuatan Kue Putu

Kue putu biasanya disajikan penjualnya dengan mengukusnya menggunakan potongan tabung bambu kecil. Adonan yang terbuat dari tepung beras dan diisi gula jawa ini dimasukkan ke dalam cetakan bambu, kemudian dikukus hingga matang. Saat proses pengukusan, uap panas yang dihasilkan akan mendorong keluar dari celah-celah cetakan, menghasilkan bunyi siulan khas yang mudah dikenali.

Keunikan Tradisi Kue Putu

Bunyi siulan ini menjadi identitas tersendiri bagi pedagang kue putu keliling. Di tengah hiruk-pikuk perkotaan, suara tersebut langsung dikenali oleh masyarakat sebagai tanda kehadiran jajanan tradisional yang sudah ada sejak lama. Meskipun zaman modern menawarkan berbagai makanan instan, kue putu tetap bertahan berkat cita rasa dan kenangan masa kecil yang melekat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses pembuatan yang sederhana namun membutuhkan ketelitian membuat kue putu menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan. Dengan bahan-bahan alami dan cara pengolahan tradisional, kue putu tidak hanya lezat tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga