Barongsai Kini Jadi Olahraga Inklusif, Wadah Toleransi Lintas Etnis dan Agama
Barongsai Jadi Olahraga Inklusif, Wadah Toleransi

Barongsai Kini Jadi Olahraga Inklusif, Wadah Toleransi Lintas Etnis dan Agama

Barongsai berakrobat meliuk-liuk di udara dengan gerakan lincah dan penuh ketegangan setiap perayaan Imlek di Indonesia. Atraksi ini memukau penonton di tengah dentuman genderang yang menggema, berasal dari Tiongkok dan tumbuh sebagai media ekspresi seni, budaya, serta simbol spiritual masyarakat Tionghoa. Dalam dimensi sejarah, barongsai mempersonifikasikan tokoh-tokoh dari kisah Sam Kok atau Tiga Kerajaan, namun kini telah bertransformasi jauh melampaui akar tradisionalnya.

Transformasi dari Tradisi ke Olahraga Modern

Seiring waktu, barongsai tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi seni pertunjukan modern dan cabang olahraga yang inklusif. Di Sasana Liong & Barongsai Kung Chiao dan Wushu Genta Suci, kesenian ini telah menjelma menjadi ruang perjumpaan lintas latar belakang, diikuti oleh berbagai etnis dan agama. Firly, pemain barongsai perempuan berusia 25 tahun yang telah belasan tahun bergabung, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah merasa sebagai orang luar meski berasal dari latar belakang non-Tionghoa.

Saat ini Barongsai sudah menjadi cabang olahraga dan peminatnya pun bukan hanya dari kalangan Tionghoa saja, ujar Firly dalam wawancara dengan Tim Liputan6.com di Cimanggis, Depok. Ia melihat barongsai sebagai ruang belajar tentang disiplin, kerja sama, dan saling menghormati perbedaan, membentuk cara pandangnya tentang seni dan keberagaman melalui latihan rutin hingga tampil di event besar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjalanan dari Ekstrakurikuler ke Panggung Nasional

Firly bercerita bahwa ketertarikannya pada barongsai dimulai saat bersekolah di yayasan Tionghoa yang menyediakan ekstrakurikuler ini. Awal-mulanya saya sekolah di yayasan Tionghoa yang memang mengadakan ekstrakulikuler Barongsai dan saya masuk eskul barongsai karna menurut saya ini suatu kesenian yang unik dan menarik untuk diikuti, katanya. Keputusannya bergabung diterima dengan terbuka oleh diri sendiri, keluarga, dan teman-teman, terutama setelah barongsai diakui sebagai cabang olahraga resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Di balik gemerlap pertunjukan, Firly mengakui adanya risiko cedera dan momen menegangkan yang menjadi bagian tak terpisahkan. Namun, semua itu terbayar ketika ia berkesempatan tampil di panggung besar dan kompetisi, menciptakan pengalaman berharga dalam kariernya.

Nilai Toleransi dan Filosofi yang Mendalam

Berbeda dengan anggapan umum, Firly menegaskan bahwa tidak ada ritual khusus sebelum menari barongsai dalam konteks olahraga dan pertunjukan. Persiapan lebih difokuskan pada pemanasan, pengecekan alat, dan doa sesuai keyakinan masing-masing. Pantangan seperti merokok juga dijaga sebagai bagian dari kedisiplinan pemain.

Ketua Sasana Liong & Barongsai Kung Chiao dan Wushu Genta Suci, Herry, menekankan bahwa stigma barongsai sebagai seni eksklusif etnis Tionghoa kini sudah tidak relevan. Pada saat ini stigma tersebut sudah tidak ada, karena pada saat sekarang ini para pemain Barongsai bukan saja dari kalangan tionghoa, tapi sudah membaur, anggota nya dari barbagai etnis dan agama, ujarnya. Sasana ini menjunjung tinggi toleransi, dengan pemain berdoa menurut kepercayaan masing-masing tanpa diskriminasi.

Menjelang Imlek, persiapan lebih difokuskan pada kreativitas pertunjukan untuk menghibur penonton. Herry juga menyebutkan bahwa dalam konteks ritual keagamaan tertentu, pemain dianjurkan untuk Cia Cai atau menghindari makanan bernyawa sebagai bentuk pembersihan diri. Lebih dari teknik, sasana menanamkan filosofi penting: raih lah prestasi seindah burung merak namun ajaran luhur jangan di lupakan.

Melalui perjalanan para pemainnya, barongsai hari ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang inklusivitas, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga