Audensi dengan Svida Alisjahbana, Mendikbudristek Bahas Penguatan Peran Borobudur
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim baru-baru ini menerima kunjungan audiensi dari tokoh masyarakat, Svida Alisjahbana. Pertemuan ini difokuskan pada diskusi mendalam mengenai upaya penguatan peran Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO di Indonesia, sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan yang lebih dinamis dan inklusif.
Fokus pada Pengembangan Kebudayaan dan Pendidikan
Dalam audiensi tersebut, Svida Alisjahbana menyampaikan berbagai gagasan dan masukan konstruktif tentang bagaimana Borobudur dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan sektor kebudayaan dan pendidikan nasional. Diskusi mengarah pada pentingnya integrasi antara nilai-nilai sejarah, seni, dan spiritual yang terkandung dalam candi dengan kurikulum pendidikan modern, serta program-program kebudayaan yang dapat menjangkau masyarakat luas.
Nadiem Makarim menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung penguatan Borobudur. Ia menekankan bahwa situs bersejarah ini tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai laboratorium hidup untuk pembelajaran dan pengembangan karakter bangsa.
Rencana Kolaborasi dan Implementasi
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin penting yang akan ditindaklanjuti, termasuk:
- Pengembangan program edukasi berbasis Borobudur untuk siswa dan mahasiswa, yang mencakup kunjungan studi, workshop, dan materi pembelajaran digital.
- Peningkatan fasilitas dan aksesibilitas di sekitar candi untuk mendukung kegiatan kebudayaan dan pendidikan, seperti perpustakaan, ruang pamer, dan area pertunjukan.
- Kolaborasi dengan komunitas lokal dan internasional untuk menyelenggarakan festival, seminar, dan riset terkait Borobudur, guna memperkaya wawasan dan promosi budaya Indonesia.
Svida Alisjahbana, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan, menyatakan optimismenya bahwa dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Borobudur dapat menjadi simbol kebanggaan nasional yang lebih berdampak positif. Ia berharap inisiatif ini dapat memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia.
Audensi ini menandai langkah awal dalam upaya sistematis untuk menghidupkan kembali peran Borobudur tidak hanya sebagai monumen arkeologi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi mendatang. Kemendikbudristek berencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna merumuskan rencana aksi konkret berdasarkan diskusi ini.
