Sebanyak 1.515 warga Baduy mengikuti tradisi tahunan Seba Baduy dengan berjalan kaki sejauh 40 kilometer menuju Pendopo Bupati Lebak. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat adat Baduy.
Perjalanan 40 Kilometer
Warga Baduy, termasuk 35 perwakilan dari Baduy Dalam yang berasal dari tiga kampung, memulai perjalanan dari Terminal Ciboleger sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka tiba di Pendopo Bupati Lebak dengan mengenakan pakaian adat lengkap dan membawa hasil bumi untuk diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Lebak.
"Berangkat dari Terminal Ciboleger sekitar pukul 03.00 WIB tadi, sekitar 40 kilometer dengan berjalan kaki," ujar Renaldi, warga Baduy Dalam, di Pendopo Bupati Lebak, Jumat (24/4/2026).
Makna Tradisi Seba
Renaldi menjelaskan bahwa Seba adalah warisan leluhur yang wajib dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dengan Bapak Gede, sebutan untuk Bupati Lebak dan Gubernur Banten. "Dari dulu sudah wajib, sambil silaturahmi dengan Bapak Gede," katanya.
Setelah di Lebak, warga Baduy Dalam akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke Pendopo Gubernur Banten di Kota Serang.
Duta Besar Negara Sahabat Hadir
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, mengungkapkan bahwa sejumlah duta besar negara sahabat dijadwalkan hadir dalam perayaan Seba Baduy di Kota Serang. Mereka berasal dari Belarus, Iran, Palestina, Bosnia, Suriah, dan Rusia. Duta besar lainnya masih menunggu konfirmasi pada 23 April 2026.
"Ada duta besar yang sudah konfirmasi mau hadir pada acara Seba Baduy tanggal 25 April," kata Deden.



