Aksesori Imlek Laris Manis di Margonda Depok, Pembeli Berbondong-bondong
Aksesori Imlek Laris di Margonda Depok, Pembeli Berbondong

Aksesori Imlek Mulai Diburu Pembeli di Jalan Raya Margonda Depok

Para pedagang aksesori Imlek di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, mulai ramai diburu masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026. Suasana ini menunjukkan peningkatan minat terhadap dekorasi tradisional dalam menyambut momen penting tersebut.

Penjualan Meningkat Didominasi Pembeli dari Perkantoran dan Usaha

Menurut salah seorang pedagang, Siti Aisyah, penjualan aksesori Imlek mulai diminati pembeli, terutama dari kalangan perkantoran, restoran, showroom, dan apartemen. "Banyak yang cari karena biasanya retail itu dipakainya kebanyakan untuk keperluan kantor, restoran, showroom, dan apartemen," ujar Aisyah pada Selasa, 11 Februari 2026.

Aisyah menjelaskan bahwa menjelang perayaan Imlek, perkantoran dan tempat usaha seringkali merasa wajib untuk memasang hiasan. "Kalau perkantoran atau restoran itu kan kayak wajib ya pasang aksesoris Imlek," tambahnya. Namun, dia mencatat bahwa pembelian untuk penggunaan pribadi mengalami penurunan, karena banyak pembeli beralih ke pembelian secara online yang dianggap lebih nyaman dan praktis.

Lampion dan Aksesoris Shio Jadi Primadona

Para pedagang aksesori Imlek kerap mendapatkan pesanan dari sejumlah perkantoran. Kebutuhan aksesori yang paling banyak dicari adalah lampion, karena hampir setiap tahun lampion mengalami pergantian, termasuk gambar shio yang sesuai dengan tahun berjalan. "Paling banyak dicari ya lampion, itu kayak wajib, kami juga menjual lampion kualitas premium," terang Aisyah.

Stok Aksesori Imlek Tahun Ini Terbatas

Aisyah mengungkapkan bahwa pada tahun ini, tidak banyak stok aksesori Imlek yang disediakan. Hal ini dikarenakan masih terdapat aksesori dari tahun lalu yang masih layak dijual dengan kualitas bagus. "Paling yang kita tambahkan itu aksesoris shio karena setiap tahun shio selalu berganti," ucapnya.

Aksesori yang dijual pedagang cukup terjangkau, dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan kualitas. "Untuk harga aksesoris kita menjual dari harga Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu per item," tutup Aisyah. Situasi ini mencerminkan dinamika pasar lokal yang tetap hidup meski dengan keterbatasan stok, sambil tetap mempertahankan tradisi perayaan Imlek yang kaya akan simbol dan makna.