Perusahaan teknologi ternama asal Singapura, ST Engineering, secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan operator feri regional, BatamFast, untuk mengoperasikan wahana transportasi futuristik bernama AirFish Voyager. Wahana wing-in-ground (WIG) yang mampu melayang beberapa meter di atas permukaan air ini akan melayani rute penting antara Singapura dan Batam, Indonesia. Pengumuman bersejarah ini disampaikan oleh ST Engineering pada hari Selasa, tanggal 3 Februari 2026, menandai langkah maju dalam inovasi transportasi maritim di kawasan Asia Tenggara.
Detail Kerja Sama dan Operasional
Dalam kesepakatan yang telah ditandatangani, BatamFast akan menyewa satu unit AirFish dari ST Engineering dan bertanggung jawab penuh atas operasional layanan feri antara kedua destinasi tersebut. Kerja sama ini diharapkan dapat merevolusi pengalaman perjalanan laut dengan menawarkan solusi yang lebih cepat dan efisien dibandingkan moda transportasi konvensional. Rute Singapura-Batam dipilih karena merupakan jalur yang sangat padat dan vital bagi pariwisata serta bisnis di kawasan tersebut.
Teknologi Canggih di Balik AirFish
AirFish Voyager adalah wahana inovatif yang memanfaatkan prinsip aerodinamika dan tekanan udara untuk meluncur dengan stabil di atas permukaan laut. Berbeda dengan kapal laut biasa yang bergerak di dalam air, AirFish mengambang di udara, mengurangi gesekan secara signifikan. Menurut informasi yang dipublikasikan di situs resmi ST Engineering, kecepatan maksimum AirFish dapat mencapai hingga tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan kapal laut konvensional, yang berarti waktu tempuh perjalanan akan dipersingkat secara dramatis.
Teknologi wing-in-ground sendiri bukanlah hal yang sepenuhnya baru, namun penerapannya dalam skala komersial untuk rute penumpang reguler seperti ini merupakan terobosan yang patut diperhitungkan. ST Engineering telah mengembangkan dan menguji wahana ini selama bertahun-tahun, memastikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang. Dengan desain yang ramping dan kemampuan manuver yang baik, AirFish diharapkan dapat menghadapi kondisi laut yang beragam dengan lebih baik.
Dampak Potensial bagi Pariwisata dan Ekonomi
Kehadiran AirFish di rute Singapura-Batam diperkirakan akan memberikan dampak positif yang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kedua wilayah. Dengan waktu perjalanan yang lebih singkat, wisatawan dan pelaku bisnis akan lebih tertarik untuk melakukan perjalanan bolak-balik, meningkatkan kunjungan dan aktivitas perdagangan. Batam sebagai destinasi wisata populer di Indonesia akan mendapatkan aksesibilitas yang lebih baik, sementara Singapura dapat memperkuat posisinya sebagai hub transportasi regional.
Selain itu, operasional AirFish juga dapat mengurangi kemacetan di pelabuhan tradisional dan menawarkan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan karena konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Inisiatif ini sejalan dengan tren global dalam mengadopsi teknologi hijau dan berkelanjutan di sektor transportasi. Kerja sama antara ST Engineering dan BatamFast ini mungkin akan menjadi contoh bagi operator lain di Asia Tenggara untuk mengikuti jejak inovasi serupa.
Dengan peluncuran yang direncanakan dalam waktu dekat, masyarakat dan pemangku kepentingan di kedua negara menantikan bagaimana AirFish Voyager akan mengubah lanskap transportasi laut. Pengumuman ini tidak hanya tentang sebuah wahana baru, tetapi juga tentang visi masa depan yang lebih terhubung dan efisien untuk kawasan ASEAN.