Seorang turis asal Malaysia, Chye Connsynn, yang mengalami cedera serius setelah jatuh saat turun dari puncak Gunung Rinjani di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akhirnya berhasil dievakuasi. Korban diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Evakuasi Sempat Terkendala Kabut Tebal
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa Connsynn dilaporkan tidak mampu menggerakkan tubuhnya akibat cedera yang diderita. Korban pertama kali dievakuasi oleh porter dan pemandu pendakian ke Pelawangan 2 Sembalun. Helikopter milik PT SGi Air Bali dikerahkan langsung dari Pulau Dewata untuk mempercepat proses evakuasi.
Namun, saat tiba di lokasi pada Senin sore, kru helikopter menghadapi kendala berupa kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun. Hariyadi menyatakan bahwa helikopter telah mencoba bermanuver mencari celah, namun jarak pandang yang sangat terbatas memaksa pesawat kembali ke pangkalan di Bali demi keselamatan penerbangan.
Penundaan Evakuasi Demi Stabilitas Korban
Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica Clinic, diputuskan untuk tidak memindahkan turis perempuan itu sementara waktu guna menjaga stabilitas kondisinya. Selama masa penundaan, Connsynn mendapat pengawasan intensif dari perawat dan tim SAR gabungan di Pelawangan 2 Sembalun.
Helikopter baru berhasil lepas landas pada Selasa pagi pukul 08.05 Wita dari Lapangan Sembalun menuju Pelawangan 2 Sembalun untuk melaksanakan evakuasi udara. Setelah menjemput korban, helikopter lepas landas dari Pelawangan 2 Sembalun menuju Bali pada pukul 08.17 Wita.
Proses evakuasi berjalan lancar setelah cuaca dinyatakan aman. Korban kini dalam perawatan intensif di rumah sakit di Bali. Tim SAR terus memantau perkembangan kondisi korban.



