Tito Karnavian Dukung Penyelesaian Pembangunan Masjid Islamic Centre Lhokseumawe
Tito Dukung Selesaikan Pembangunan Masjid Lhokseumawe

Tito Karnavian Apresiasi Kemegahan Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, Soroti Pembangunan Belum Tuntas

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, baru-baru ini melaksanakan salat Tarawih bersama masyarakat Kota Lhokseumawe di Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh. Dalam kunjungannya, Tito mengungkapkan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi dan menjalankan ibadah Ramadan bersama warga setempat.

"Saya berbahagia bisa berkumpul bersama melaksanakan buka puasa, kemudian salat Jumat, salat Isya dan insyaallah sebentar lagi salat Tarawih bersama di masjid kebanggaan warga Kota Lhokseumawe," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Kekaguman dan Kritik terhadap Pembangunan Masjid

Tito mengapresiasi desain dan kemegahan masjid tersebut, yang ia sebut sebagai ikon kota. Ia menceritakan bahwa ketika mencari informasi tentang Lhokseumawe melalui internet, gambar masjid ini sering muncul, terutama pada malam hari yang tampak indah. Namun, di balik kemegahan itu, Tito menyoroti fakta bahwa pembangunan masjid telah berlangsung hampir 30 tahun dan belum sepenuhnya rampung.

"Saya belum tahu harus berbuat seperti apa, tapi saya akan berbuat," kata Tito, menegaskan komitmennya untuk membantu. Ia menilai kondisi bangunan masih belum layak sepenuhnya sebagai ikon kebanggaan karena pembangunannya belum tuntas.

Upaya Mencari Dukungan untuk Penyelesaian

Lebih lanjut, Tito menyampaikan akan berupaya mencari berbagai alternatif dukungan untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid. Upaya ini dilakukan melalui jaringan pemerintah maupun jejaring lainnya, termasuk dari luar negeri. "Insyaallah saya juga banyak sahabat kawan-kawan yang peduli untuk pembangunan masjid," ucapnya, menunjukkan optimisme dalam menggalang bantuan.

Selain fokus pada masjid, Tito menegaskan bahwa prioritas utamanya di Aceh adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menjelaskan bahwa Aceh menjadi salah satu wilayah terdampak terluas dibandingkan provinsi lain di Sumatera, sehingga memerlukan perhatian khusus.

Fokus pada Rehabilitasi Pascabencana di Aceh

"Itulah sebabnya kami melaksanakan safari Ramadan di Aceh ini dari hari pertama, itu menyusuri daerah pantai untuk meng-update mengetahui problema-problema yang ada, yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat," katanya. Tito menegaskan pemerintah bekerja keras untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, termasuk Lhokseumawe.

Namun, dalam perjalanan tersebut, ia juga menemukan masalah lain seperti pembangunan masjid yang belum selesai. "Tapi dalam perjalanan ini kita juga menemukan masalah yang lain seperti masjid ini. Ini juga menjadi catatan bagi kami," pungkasnya, menekankan bahwa isu ini turut menjadi perhatian dalam agenda kerjanya.