Sudin LH Kepulauan Seribur Dorong Pemilahan Sampah dari Sumber di HPSN 2026
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu secara aktif mengedukasi warga setempat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar di dua pulau utama, yaitu Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa.
Pemilahan Sampah sebagai Kunci Pengelolaan Lingkungan
Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu, Aldi Jansen, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah fundamental dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan. "Pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci utama dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan," ujar Aldi di Jakarta, seperti dilaporkan Antara pada Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, jika praktik pemilahan ini berjalan dengan baik di tingkat masyarakat, maka pengelolaan sampah di hilir akan menjadi jauh lebih mudah dan optimal. Hal ini menjadi fokus utama dalam rangkaian kegiatan HPSN tahun ini.
Aksi Bersih Pantai dan Hasil Pemilahan Sampah
Sebagai bentuk implementasi nyata, Sudin LH menggelar aksi bersih pantai (beach cleanup) di Pantai Arsa yang melibatkan warga lokal dan wisatawan. Dalam aksi tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 256 kilogram sampah yang langsung dipilah di tempat.
Rincian sampah yang berhasil dipilah adalah sebagai berikut:
- 90 kilogram sampah organik
- 17 kilogram sampah plastik
- 149 kilogram residu atau sampah lainnya
Selain aksi bersih pantai, pihak Sudin LH juga memberikan edukasi melalui pembinaan kepada pelaku usaha. Tujuannya adalah agar para pelaku usaha dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sejak dari sumber. "Melalui pembinaan ini, kami mendorong pelaku usaha untuk mulai memilah sampah dan mengelolanya dengan baik," jelas Aldi.
Uji Emisi Kendaraan dan Penanaman Mangrove
Rangkaian kegiatan HPSN 2026 tidak hanya berfokus pada sampah, tetapi juga mencakup upaya pengendalian pencemaran udara melalui uji emisi kendaraan bermotor. Di Pulau Tidung, uji emisi diikuti oleh 15 unit sepeda motor dan gerobak motor (Germor), dengan hasil:
- 9 kendaraan dinyatakan lulus
- 6 kendaraan tidak lulus
Sementara di Pulau Untung Jawa, dari 20 unit kendaraan yang diuji:
- 16 unit lulus
- 4 unit tidak lulus
Kegiatan lainnya meliputi penanaman 1.000 bibit mangrove dan 10 bibit pohon sukun di Pulau Tidung. Kegiatan penanaman ini melibatkan Gerakan Pramuka Saka Kalpataru dan berkolaborasi dengan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.
Komitmen untuk Lingkungan Berkelanjutan
Aldi menekankan bahwa tujuan dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sehingga, lingkungan di Kepulauan Seribu dapat tetap bersih, sehat dan berkelanjutan," terangnya.
Dukungan juga datang dari Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, yang menyambut baik kegiatan HPSN ini. Ia berharap kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya peduli lingkungan. "Kami menyambut baik kegiatan ini karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, baik warga maupun wisatawan, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam memilah sampah dari sumber," tandas Muslim.
Dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, Sudin LH Kepulauan Seribu berkomitmen untuk terus mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik, demi menjaga kelestarian lingkungan kepulauan yang indah ini untuk generasi mendatang.



