Setara Institute Rilis Indeks Kota Toleran 2025, Salatiga Puncaki Peringkat
Indeks Kota Toleran 2025: Salatiga Teratas, Tegal dan Ambon Masuk 10 Besar

Setara Institute Rilis Indeks Kota Toleran 2025, Salatiga Puncaki Peringkat

Setara Institute telah merilis Indeks Kota Toleran (IKT) untuk tahun 2025, dengan hasil yang menunjukkan dinamika signifikan dalam peta toleransi di Indonesia. Kota Salatiga di Jawa Tengah berhasil menduduki peringkat teratas sebagai kota paling toleran dengan skor mencapai 6,492. Posisi kedua ditempati oleh Kota Singkawang di Kalimantan Barat, yang mencatat skor 6,391, menunjukkan persaingan ketat di jajaran atas.

Dinamika Baru dalam Peringkat Toleransi

Menariknya, Kota Tegal dan Kota Ambon berhasil masuk ke dalam 10 besar indeks ini, menandai pergeseran penting dari dominasi kota-kota yang sebelumnya telah mapan dalam tata kelola keberagaman. Ismail Hasan, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, menyatakan bahwa masuknya kedua kota ini ke dalam 10 skor teratas IKT 2025 mencerminkan akselerasi signifikan dan menunjukkan bahwa peringkat tertinggi tidak lagi eksklusif bagi kota-kota tertentu saja.

"Perubahan ini mengandung makna bahwa performa toleransi bukanlah status yang statis, melainkan hasil dari proses kebijakan yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan, serta kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, komunitas lintas iman, dan masyarakat sipil," ujar Ismail Hasan dalam pernyataannya pada Rabu, 22 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kenaikan Signifikan Kota Tegal dan Konsolidasi Ambon

Kota Tegal mengalami lompatan luar biasa, dari peringkat 39 pada IKT 2024 hingga menembus 10 teratas di tahun 2025. Kemajuan ini didukung oleh pondasi regulatif melalui Peraturan Daerah Nomor Tahun 2024 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, yang menjadi dasar bagi pemajuan toleransi di kota tersebut.

Sementara itu, Kota Ambon kembali masuk ke dalam komposisi 10 besar kota dengan skor toleransi tertinggi pada IKT 2025. Kembalinya Ambon ke jajaran teratas ini secara substantif mengindikasikan adanya proses konsolidasi yang berhasil dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, setelah sebelumnya menghadapi berbagai tantangan.

Metodologi dan Rekomendasi Kebijakan

Pengukuran IKT 2025 dilakukan menggunakan skala Likert 1–7 dengan pembobotan berbeda pada setiap indikator. Data diperoleh dari berbagai sumber, termasuk dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, serta kuesioner self-assessment dari pemerintah kota. Penting untuk dicatat bahwa laporan ini tidak menggunakan istilah "kota intoleran", melainkan "kota dengan skor toleransi terendah", di mana kota-kota pada kelompok ini umumnya menghadapi tantangan dalam aspek kepemimpinan politik dan birokrasi.

Setara Institute mendorong pemerintah pusat untuk menjadikan isu toleransi sebagai prioritas nasional. Rekomendasi ini mencakup evaluasi regulasi diskriminatif dan pemberian insentif bagi daerah yang berhasil mempromosikan inklusi. Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memastikan kebijakan publik menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

"IKT 2025 tidak hanya berfungsi sebagai pemeringkatan, tetapi juga sebagai peta pembelajaran bagi kota-kota di Indonesia dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis," tegas Ismail Hasan.

Daftar 10 Kota Paling Toleran 2025

Berikut adalah peringkat 10 terbesar kota toleran berdasarkan Indeks Kota Toleran Setara Institute 2025:

  1. Kota Salatiga (skor 6,492)
  2. Kota Singkawang (skor 6,391)
  3. Kota Semarang (skor 6,160)
  4. Kota Pematangsiantar (skor 6,084)
  5. Kota Bekasi (skor 6,037)
  6. Kota Sukabumi (skor 5,973)
  7. Kota Magelang (skor 5,805)
  8. Kota Kediri (skor 5,792)
  9. Kota Tegal (skor 5,733)
  10. Kota Ambon (skor 5,657)

Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi upaya-upaya peningkatan toleransi dan inklusi di seluruh wilayah Indonesia, mendorong terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga