Gubernur Sulsel Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Parepare
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban kebakaran rumah yang terjadi di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Insiden kebakaran yang melanda dua rumah warga tersebut terjadi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Matalie.
Bantuan Mendesak untuk Kebutuhan Dasar Korban
Dalam keterangannya pada Selasa (21/2/2026), Andi Sudirman menyatakan bahwa tim dari Pemerintah Provinsi Sulsel telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi dan menyalurkan sejumlah bantuan. "Alhamdulillah tim dari Pemprov Sulsel sudah turun langsung ke lapangan mengecek dan menyalurkan sejumlah bantuan serta kebutuhan mendasar bagi saudara kita yang terdampak," ujarnya.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok dan mendesak, antara lain:
- Kasur untuk tempat tidur sementara
- Perlengkapan anak-anak (kidsware)
- Bahan makanan dan peralatan dapur
- Tenda gulung untuk tempat tinggal darurat
- Berbagai keperluan mendesak lainnya
Skema Bantuan Lanjutan dan Kondisi Lokasi
Gubernur Sulsel juga telah menyiapkan skema bantuan lanjutan berupa santunan bagi korban bencana. Santunan tersebut dapat berupa bantuan perbaikan rumah maupun dukungan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga yang terdampak. "Semoga saudara kita yang terkena musibah diberi kekuatan dan ketabahan atas peristiwa ini, insyaallah pemerintah provinsi akan terus hadir dalam memberikan perhatian," tambah Andi Sudirman.
Upaya penanganan di lapangan telah dilakukan sejak awal kejadian oleh tim gabungan. Hingga saat ini, kondisi lokasi terdampak dinyatakan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga hingga rata dengan tanah.
Diduga Dilakukan oleh Orang dengan Gangguan Jiwa
Menurut keterangan Lurah Lumpue, Nur Akbar, kebakaran ini diduga dilakukan oleh orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). "Ini yang punya rumah stres atau ada gangguan jiwa. Pas dia keluar dari rumahnya, ada warga yang lihat dia berteriak-teriak di jalan bilang, 'Saya bakar rumahku!'," jelas Nur Akbar kepada detikcom.
Nur Akbar menambahkan bahwa saat api mulai berkobar, pria tersebut justru berjalan meninggalkan lokasi dengan santai. Sepanjang jalan, ia memprovokasi warga untuk melihat kobaran api yang ia ciptakan sendiri. "Pastinya yang lihat dia membakar tidak ada, cuma orang semua prediksi karena pada saat menyala api, dengan santainya dia keluar dan sepanjang jalan dia berteriak bilang, 'pergi lihat rumahku, saya yang bakar'," paparnya.
Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam penanganan korban bencana sekaligus penanganan kasus yang melibatkan orang dengan gangguan jiwa di masyarakat.



