Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendara dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan larangan terhadap kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'. Pernyataan ini disampaikan Yusril sebagai tanggapan atas maraknya aksi pembubaran nobar film karya Dandhy Laksono yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Penjelasan Yusril tentang Pembubaran Nobar
Yusril menjelaskan bahwa tidak semua kampus melarang pemutaran film dokumenter tersebut. Sebagai contoh, di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, kegiatan nobar dilarang karena alasan prosedur administratif semata. Hal ini diungkapkan Yusril dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa di kampus-kampus lain, aksi nobar tetap berjalan tanpa hambatan. Oleh karena itu, Yusril menegaskan bahwa pembubaran nobar film 'Pesta Babi' bukanlah arahan dari pemerintah atau aparat penegak hukum secara terpusat.
Kritik terhadap PSN di Papua Selatan
Yusril juga mengakui bahwa kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dinilai mengganggu kelestarian alam, hak ulayat masyarakat Papua, dan lingkungan hidup adalah hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan bahwa istilah 'Pesta Babi' dalam judul film dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah masyarakat. Yusril mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh judul film yang sengaja dibuat kontroversial untuk menarik perhatian publik.
Provokasi dalam Judul Film
Menurut Yusril, kritik semacam itu wajar meskipun terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial. 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tampak bersifat provokatif, jelasnya. Sebelumnya, aksi nobar film dokumenter 'Pesta Babi' di beberapa daerah dibubarkan secara paksa oleh TNI dan pihak universitas.
Lokasi Pembubaran Nobar
Setidaknya ada dua lokasi pembubaran aksi nobar film tersebut, yaitu di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, dan di Ternate Tengah, Maluku Utara. Film dokumenter 'Pesta Babi' menyoroti hilangnya hutan di Papua setelah dikonversi menjadi perkebunan industri dengan mengatasnamakan ketahanan pangan dan transisi energi. Film ini juga merekam perjuangan masyarakat Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka.
Kronologi Pembubaran
Peristiwa pembubaran pertama dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unram, Sujita, bersama puluhan satpam kampus pada Kamis, 7 Mei 2026, sekitar pukul 18.55 WITA. Sementara itu, di Ternate Tengah, Dandim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi memimpin pembubaran aksi nobar yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Maluku Utara.



