Wapres Gibran Ucapkan Selamat Imlek, Tekankan Persatuan dan Toleransi Bangsa
Gibran Ucapkan Selamat Imlek, Tekankan Persatuan dan Toleransi

Wapres Gibran Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat Indonesia yang merayakan. Dalam pernyataannya yang disebarkan melalui akun media sosial resminya pada Selasa, 17 Februari 2026, Gibran membuka dengan salam khas perayaan, "Gong Xi Fa Cai", sambil mendoakan kesehatan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi semua.

Pesan Persatuan dan Toleransi dalam Keberagaman

Gibran tidak hanya sekadar mengucapkan selamat, tetapi juga menyoroti pentingnya nilai-nilai kebersamaan dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk. Ia mengapresiasi kontribusi umat Konghucu dalam menjaga kerukunan serta memperkuat toleransi dan persatuan nasional. "Saya mengapresiasi kontribusi umat Konghucu dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan persatuan bangsa," tegasnya.

Menurut Wapres, semangat kebersamaan lintas suku dan agama merupakan fondasi krusial untuk membangun Indonesia yang harmonis. Ia menekankan bahwa persatuan dan toleransi yang terus terjaga menjadi modal sosial utama dalam mewujudkan negara yang makmur, aman, dan sejahtera. "Semoga dengan persatuan, kerukunan, dan toleransi yang terus terjaga, Indonesia yang makmur, aman, dan sejahtera bisa kita wujudkan bersama," tambah Gibran dalam penutup pesannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan dari Kementerian dan Kebijakan Pemerintah

Pesan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemen Setneg) melalui akun Instagram resminya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Tahun Baru Imlek menjadi ruang kebersamaan untuk mempererat persatuan antarumat beragama dan antaretnis. "Tahun Baru Imlek menjadi ruang kebersamaan sekaligus meneguhkan semangat inklusivitas dalam keberagaman bangsa Indonesia," tulisnya.

Prasetyo menambahkan, penyelenggaraan Perayaan Harmoni Imlek Nusantara 2026 mencerminkan nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Kementerian Agama RI juga turut bersuara, berpesan agar semangat Tahun Kuda yang penuh energi dapat memacu langkah untuk terus merawat persaudaraan dan kedamaian dalam bingkai "Harmoni Imlek Nusantara".

Remisi Khusus untuk Warga Binaan Konghucu

Sebelumnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) kepada 44 warga binaan pemeluk agama Konghucu di seluruh Indonesia. Pemberian ini dilakukan dalam rangka merayakan Hari Raya Imlek Tahun 2026.

Dari total tersebut, 43 narapidana menerima RK I dengan rincian:

  • 11 orang memperoleh remisi 15 hari
  • 25 orang memperoleh remisi 1 bulan
  • 3 orang memperoleh remisi 1 bulan 15 hari
  • 4 orang memperoleh remisi 2 bulan

Selain itu, 1 anak binaan menerima PMP Khusus I selama 15 hari. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa pemberian ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan. "Negara memberikan penghormatan kepada saudara-saudara yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pembinaan," ucap Agus.

Dengan berbagai langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam merawat kebinekaan serta memperkuat harmoni sosial sebagai pilar pembangunan nasional, sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Wapres Gibran dalam perayaan Imlek tahun ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga