Eddy Soeparno Dukung WFH Sehari Seminggu, Desak Reformasi Subsidi Energi
Eddy Soeparno Dukung WFH, Desak Reformasi Subsidi Energi

Eddy Soeparno Dukung Kebijakan WFH Sehari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyatakan dukungannya terhadap rencana kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan. Menurutnya, langkah ini merupakan respons cepat untuk mengatasi dampak konflik global terhadap sektor energi, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

WFH sebagai Solusi Sementara di Tengah Ketidakpastian Global

Eddy menjelaskan bahwa kebijakan WFH dapat menjadi solusi sementara untuk mengurangi penggunaan BBM di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Namun, ia menekankan bahwa langkah ini harus diikuti dengan pembenahan kebijakan energi jangka panjang yang lebih komprehensif.

"Lonjakan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan mempersempit ruang fiskal negara. Karena itu, kita perlu bergegas untuk melakukan pembenahan subsidi energi agar tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Eddy dalam keterangannya pada Rabu, 25 Maret 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Desakan Reformasi Subsidi Energi yang Tepat Sasaran

Eddy Soeparno menegaskan bahwa pembenahan subsidi energi merupakan cara untuk menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan sekaligus mengurangi risiko salah sasaran. Ia mengkritik penyaluran subsidi energi selama ini yang dinilai belum tepat sasaran, dengan sebagian besar pengguna BBM dan LPG bersubsidi justru berasal dari kalangan mampu yang tidak berhak menerima.

"Menata kebijakan subsidi energi harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saya sampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa ketahanan energi tidak hanya berbicara soal ketersediaan dan keandalan pasokan, tetapi juga tentang efektivitas negara mengelola sumber daya energi secara adil, efisien dan berkelanjutan," tegasnya.

Pengalihan Anggaran Subsidi ke Energi Terbarukan

Lebih lanjut, Eddy mendorong pengalihan anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran ke sektor yang lebih produktif, termasuk pengembangan energi baru terbarukan. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal dan kemandirian energi nasional di masa depan.

"Subsidi energi harus menjadi instrumen yang tepat sasaran dan sangat bisa dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan untuk menjamin keandalan energi nasional ke depannya. Ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan ketahanan energi," tutup Eddy Soeparno.

Dukungannya terhadap kebijakan WFH dan desakan reformasi subsidi energi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga