Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman Global
Aksi sejumlah pemukim Israel yang menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan mengibarkan bendera Israel telah memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak internasional. Insiden ini terjadi pada Selasa, 21 April 2026, di salah satu situs paling suci bagi umat muslim di dunia.
Pelanggaran Status Quo di Kompleks Suci
Para pemukim Israel memasuki area Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Mughrabi di bawah perlindungan ketat Kepolisian Israel. Di dalam kompleks, mereka tidak hanya mengibarkan bendera Israel tetapi juga melakukan ritual keagamaan, termasuk yang digambarkan sebagai "sujud epik". Rekaman video yang beredar online mengabadikan momen kontroversial ini.
Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah lama berlaku di kompleks suci tersebut. Masjid Al-Aqsa, yang juga dikenal sebagai Temple Mount bagi umat Yahudi, merupakan lokasi sensitif dengan sejarah panjang konflik.
Kecaman Keras dari Pakistan dan Qatar
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutuk "dengan sekeras-kerasnya" penyerbuan dan pengibaran bendera Israel, menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional". Dalam pernyataannya, Pakistan mendesak tindakan untuk melindungi tempat-tempat suci di bawah pendudukan Israel dan mengakhiri impunitas para pemukim ilegal.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengutuk aksi tersebut, menegaskan penolakan tegas terhadap upaya mengubah identitas atau status masjid suci. Qatar mendesak komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya terkait Yerusalem serta situs-situs sucinya.
Izin Sepihak dan Latar Belakang Ketegangan
Sejak tahun 2003, Kepolisian Israel secara sepihak mengizinkan pemukim Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari selama dua periode, yaitu saat salat subuh dan ashar, kecuali hari Jumat dan Sabtu. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Israel dan peringatan Nakba oleh Palestina.
Masjid Al-Aqsa kerap menjadi titik panas konflik, dengan Israel sering memberlakukan pembatasan akses. Sebelumnya, masjid ini ditutup selama 40 hari oleh otoritas Israel, baru dibuka kembali pada 9 April 2026 untuk sekitar 3.000 jemaah yang melaksanakan salat subuh.
Dampak dan Respons Lebih Luas
Insiden pengibaran bendera ini memperburuk ketegangan yang sudah memanas di kawasan tersebut. Otoritas Israel mengumumkan rencana pembukaan masjid dan Gereja Makam Suci di Yerusalem Timur, dengan penguatan keamanan intensif termasuk ratusan petugas polisi. Namun, aksi pemukim Israel tetap menuai kritik sebagai provokasi yang mengancam stabilitas.
Konflik Israel-Palestina terus menyulitkan upaya perdamaian, dengan tempat-tempat suci seperti Masjid Al-Aqsa sering menjadi simbol perebutan kedaulatan dan identitas. Kecaman internasional terhadap insiden terbaru ini menegaskan pentingnya menghormati hukum internasional dan kesucian situs agama.



