Bangunan Penghayat Kepercayaan Saung Taraju di Tasikmalaya Dibakar Massa
Bangunan Penghayat Saung Taraju di Tasik Dibakar Massa

Bangunan Penghayat Kepercayaan Saung Taraju di Tasikmalaya Dibakar Massa

Sebuah bangunan milik kelompok penghayat kepercayaan Saung Taraju Jumamtara (STJ) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, habis dilalap api akibat aksi pembakaran yang dilakukan massa. Insiden yang terjadi pada Rabu (1 April 2026) sekitar pukul 20.30 WIB ini dipicu oleh tudingan penistaan agama yang diduga dilakukan pemimpin kelompok tersebut.

Pemicu Aksi Pembakaran

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa aksi ini dimulai ketika sekitar 60 orang yang didominasi warga sekitar dan tokoh agama mendatangi lokasi. Mereka kemudian membakar salah satu saung berukuran 3x4 meter yang berfungsi sebagai gudang, menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 60 juta.

"Penyebab kejadian tersebut adalah adanya informasi dari warga bahwa saudara Khobir, pemilik bangunan sekaligus pimpinan Saung Taraju Jumamtara, telah melakukan penistaan agama," ujar Hendra dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (6 April 2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dugaan Penistaan Agama Melalui TikTok

Berdasarkan pendalaman polisi, Khobir diduga membuat video live di platform TikTok bersama saudari Ester Pasri Alimentari. Dalam video tersebut, mereka membahas aliran kepercayaan BB Drum yang dianggap melecehkan dan menghina agama Islam. Konten ini kemudian viral dan memantik reaksi keras dari masyarakat sekitar yang merasa resah.

"Informasi mengenai aktivitas Khobir di media sosial itulah yang memicu kemarahan warga hingga berujung pada pembakaran bangunan," tambah Hendra. Aksi massa sempat berpotensi meluas ke bangunan lain di kompleks tersebut, namun berhasil dicegah oleh adik ipar Khobir, Usep Suhud, bersama Kanit Intelkam Polsek Taraju yang berada di lokasi.

Profil Kelompok Saung Taraju Jumamtara

Saung Taraju Jumamtara adalah sebuah kelompok penghayat kepercayaan yang berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya. Kelompok ini telah menjadi bagian dari masyarakat setempat, namun insiden ini menyoroti ketegangan yang muncul akibat konten digital yang dianggap sensitif.

Polisi saat ini masih mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi lengkap dan menindaklanjuti baik tindakan pembakaran maupun dugaan penistaan agama. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum yang berlaku.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga