Eks Pangeran Andrew Hadapi Ancaman Pencoretan dari Garis Suksesi Takhta Inggris
Eks Pangeran Andrew kini menghadapi tekanan baru yang signifikan terkait posisinya dalam garis suksesi takhta Inggris. Situasi ini memanas menyusul penangkapannya pada 19 Februari lalu, yang memicu wacana luas untuk mencoretnya dari daftar pewaris takhta.
Wacana Pencoretan Menyebar ke Negara-Negara Persemakmuran
Wacana untuk menghapus nama Andrew dari garis suksesi tidak hanya bergulir di Inggris, tetapi juga telah mencuat di berbagai negara-negara Persemakmuran. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadapnya semakin meluas dan mendapat perhatian internasional.
Mengutip laporan dari BBC, pemerintah Inggris disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan penyusunan undang-undang khusus. Undang-undang ini bertujuan untuk secara resmi menghapus nama Andrew dari garis suksesi takhta.
Implikasi Langsung bagi Masa Depan Andrew
Jika langkah legislatif tersebut benar-benar ditempuh, konsekuensinya akan sangat besar bagi Andrew. Ia tidak lagi memiliki peluang atau hak untuk menjadi raja di masa mendatang, yang secara efektif mengakhiri karier kerajaan potensialnya.
Pertimbangan ini mencerminkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh eks pangeran tersebut. Proses hukum dan politik yang sedang berlangsung dapat mengubah secara permanen statusnya dalam monarki Inggris.
Dengan demikian, masa depan Andrew dalam keluarga kerajaan kini berada di ujung tanduk, tergantung pada keputusan yang akan diambil oleh pemerintah dan parlemen Inggris.