Wagub Aceh Paparkan Kondisi Darurat Pascabencana: 70 Ribu Jiwa Masih Mengungsi
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 70 ribu jiwa yang menjadi pengungsi pascabencana yang melanda provinsi tersebut. Data tersebut disampaikan dalam paparan resmi di hadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Selasa (10/2/2026).
Rincian Data Pengungsi dan Korban Jiwa
Dek Fadh menjelaskan bahwa jumlah pengungsi saat ini setara dengan 17.000 Kartu Keluarga (KK). "Pengungsi saat ini 17.000 sekian KK tinggal yang masih mengungsi, atau dengan jiwa lebih kurang 69 atau 70.000 jiwa," ujarnya. Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa bencana ini telah berdampak pada 2,5 juta jiwa penduduk Aceh, dengan rincian 678.000 KK terdampak di 203 kecamatan dan 3.046 desa atau gampong.
Korban jiwa akibat bencana ini tercatat 562 orang meninggal dunia dan 29 orang hilang. "Korban hilang sampai saat ini dan tidak ada pergerakan lagi adalah di 562 orang meninggal dunia dan 29 orang hilang," imbuh Dek Fadh, menegaskan besarnya dampak tragedi tersebut.
Kerusakan Fasilitas Umum dan Infrastruktur yang Masif
Bencana di Aceh juga mengakibatkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Dek Fadh merinci kerusakan tersebut meliputi:
- 227 kantor pemerintahan
- 641 tempat ibadah
- 1.200 sekolah
- 738 dayah atau pesantren
- 146 rumah sakit dan Puskesmas
- 2.500 titik infrastruktur
- 599 titik jembatan yang ambruk atau putus
Selain itu, sektor permukiman dan ekonomi masyarakat turut terdampak signifikan. Sebanyak 225.000 unit rumah mengalami kerusakan, dengan klasifikasi rusak ringan, sedang, parah, hingga hilang. Sektor pertanian dan peternakan juga tidak luput, dengan 77.000 ekor ternak terdampak, serta 56.000 hektar sawah, 100.000 hektar kebun, dan 30.000 hektar tambak yang mengalami kerusakan.
Kunjungan Pimpinan MPR dan Pejabat Terkait
Paparan ini disampaikan dalam kunjungan pimpinan MPR RI ke Aceh pada hari yang sama. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, dan A. M. Akbar Supratman. Turut hadir pimpinan dari semua fraksi, seperti Sonny Tri Danaparamita, Ferdiansyah, Robert Rouw, Chusnunia, dan Anton Sukartono Suratto.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga hadir mendampingi, bersama dengan perwakilan Kelompok DPD Dedi Iskandar Batubara, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Badan Sosialisasi Abraham Liyanto, Plt Sekjen MPR Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, serta sejumlah staf khusus. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi pascabencana dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Data yang dipaparkan Wagub Aceh ini menggarisbawahi skala darurat kemanusiaan yang masih berlangsung, menuntut perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak untuk memulihkan kehidupan masyarakat Aceh pascabencana.