Indosat Dinobatkan sebagai Operator dengan Operasional Terbaik di Wilayah 3T
Dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti Komdigi dan Detikcom, PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil meraih gelar prestisius sebagai Operator Selular dengan Operasional Terbaik di Wilayah 3T. Acara penganugerahan ini digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026), dengan tujuan memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang berkontribusi nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di seluruh Indonesia.
Komitmen Berkelanjutan di Daerah Terpencil
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen berkelanjutan IOH dalam membangun dan memelihara infrastruktur telekomunikasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Indosat tidak hanya aktif dalam memperluas cakupan sinyal untuk mengatasi blank spot, tetapi juga terbukti konsisten dalam menjaga keandalan dan stabilitas jaringan di daerah-daerah dengan tantangan geografis yang ekstrem.
IOH dinilai berhasil mengelola operasional jaringan BTS 4G secara optimal di tengah berbagai hambatan, sambil tetap mempertahankan standar kualitas layanan yang tinggi. Hal ini tercermin dari kemampuan perusahaan dalam:
- Meminimalkan downtime atau waktu henti jaringan.
- Memastikan respons yang cepat terhadap gangguan teknis.
- Melakukan pemeliharaan jaringan secara berkelanjutan dan proaktif.
Investasi dan Ekspansi Jaringan
Pada November 2024, IOH telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 triliun untuk penggelaran jaringan internet, dengan fokus pada perluasan area ke Indonesia bagian timur. Perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan upaya pemerataan akses internet di wilayah tersebut hingga tahun-tahun mendatang.
Kemudian, pada Januari 2026, Lintasarta, anak usaha IOH, menjalin kemitraan dengan Starlink, layanan internet satelit orbit rendah milik SpaceX. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan konvensional.
Lonjakan Adopsi dan Strategi AI Factory
Sejak kerja sama dengan Starlink diteken pada Agustus 2024, implementasi layanan yang dikelola Lintasarta menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam satu tahun terakhir, adopsi layanan ini diklaim tumbuh lebih dari 400%, didorong oleh permintaan dari sektor industri, pemerintahan, dan wilayah 3T.
Zulfi Hadi, Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, menjelaskan bahwa percepatan adopsi ini bertujuan memenuhi kebutuhan nyata akan konektivitas yang cepat, andal, dan aman. Lebih lanjut, kemitraan dengan Starlink menjadi bagian penting dari penguatan posisi Lintasarta sebagai AI Factory dalam Grup IOH.
Inisiatif ini dibangun di atas empat pilar utama:
- Connectivity (Konektivitas)
- Cloud (Awan)
- Cybersecurity (Keamanan Siber)
- Collaboration (Kolaborasi)
Keempat pilar tersebut terintegrasi untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan korporasi, industri, dan institusi nasional dalam membangun ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Prioritas Pemerataan Akses Internet
Pemerataan akses internet di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T, menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu bentuk realisasinya adalah penggelaran jaringan 4G yang lebih merata, tidak hanya di wilayah non-3T tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil. Upaya ini sejalan dengan komitmen Indosat dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional.



