Satelit Jadi Pilar Utama Transformasi Digital Indonesia, ASSI Tegaskan Peran Strategis
Satelit Jadi Pilar Utama Transformasi Digital Indonesia

Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menegaskan bahwa industri satelit akan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung transformasi digital nasional. Pernyataan ini disampaikan menyusul pelaksanaan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan ekosistem digital Indonesia.

DEAL 2026: Momentum Kolaborasi Ekosistem Digital

Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah, mengatakan forum DEAL 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital Indonesia sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur konektivitas yang andal dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terlayani jaringan terestrial secara optimal.

Peran Satelit Melampaui Komunikasi Konvensional

Risdianto menjelaskan bahwa peran satelit kini tidak lagi terbatas sebagai penyedia layanan komunikasi konvensional. Seiring berkembangnya teknologi digital, satelit semakin dibutuhkan untuk mendukung berbagai layanan strategis, mulai dari broadband, Internet of Things (IoT), layanan pemerintahan digital, sektor maritim, penanggulangan bencana, hingga integrasi teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Satelit merupakan fondasi penting dalam ekosistem digital Indonesia. Selain menyediakan konektivitas hingga wilayah yang sulit dijangkau, satelit juga mendukung keamanan jaringan, ketahanan infrastruktur nasional, serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi ke seluruh masyarakat Indonesia," ujar Risdianto dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Dukungan Penuh untuk Kebijakan Pemerintah

ASSI mendukung penuh upaya pemerintah melalui DEAL 2026 yang bertujuan menyelaraskan arah kebijakan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi digital nasional. Risdianto menilai penguatan ekosistem digital tidak cukup hanya melalui regulasi yang mendukung, tetapi juga membutuhkan investasi berkelanjutan, inovasi teknologi, serta pengembangan kapasitas industri dalam negeri agar mampu bersaing di tingkat global.

Showcase Teknologi dan Apresiasi untuk Komdigi

Sebagai bagian dari kontribusi industri, ASSI juga terus mendorong berbagai showcase teknologi satelit dan layanan digital nasional untuk memperlihatkan kesiapan industri satelit Indonesia dalam mendukung agenda transformasi digital yang dicanangkan pemerintah. Di sisi lain, ASSI mengapresiasi peran Komdigi yang dinilai konsisten menjadi fasilitator kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

Menurut Risdianto, DEAL menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi berbagai pihak dalam mempercepat implementasi program-program digital nasional. ASSI meyakini sinergi yang terbangun melalui DEAL 2026 akan memperkuat investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi nasional.

Satelit sebagai Tulang Punggung Konektivitas Masa Depan

Di tengah percepatan digitalisasi berbagai sektor, industri satelit diproyeksikan akan semakin berperan sebagai tulang punggung konektivitas dan layanan digital Indonesia pada masa mendatang. "Melalui DEAL, pemerintah berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu visi yang sama, yaitu membangun ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkas Risdianto.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga