Kompas.com - Anggapan bahwa mobil listrik bisa mogok saat melintasi rel kereta api akibat gangguan medan magnet masih sering beredar di masyarakat. Isu ini kerap dikaitkan dengan keberadaan medan elektromagnetik di sekitar jalur kereta, terutama pada lintasan kereta listrik.
Fakta di Balik Mitos
Secara teknis, anggapan bahwa mobil listrik bisa mogok saat melewati rel kereta api tidak benar dalam kondisi normal. Mobil listrik dirancang dengan sistem elektronik yang memenuhi standar Electromagnetic Compatibility (EMC), sehingga kendaraan dapat beroperasi tanpa terganggu oleh paparan medan elektromagnetik dari lingkungan sekitar.
Penjelasan Pakar
Para ahli menjelaskan bahwa standar EMC memastikan komponen elektronik mobil listrik tahan terhadap interferensi elektromagnetik eksternal. Dengan demikian, medan magnet dari rel kereta listrik tidak cukup kuat untuk mempengaruhi kinerja mobil listrik. Selain itu, sistem perlindungan pada mobil listrik juga dirancang untuk mencegah gangguan semacam itu.
Meskipun demikian, pengemudi tetap disarankan untuk berhati-hati saat melintasi rel kereta api, terutama karena faktor keselamatan jalan raya, bukan karena risiko mogok akibat medan magnet.
Kesimpulan
Mitos mobil listrik mogok saat melewati rel kereta api akibat medan magnet adalah tidak berdasar. Teknologi pada mobil listrik modern sudah dilengkapi dengan perlindungan terhadap gangguan elektromagnetik, sehingga aman digunakan di berbagai kondisi, termasuk di sekitar jalur kereta listrik.



