Veteran Story Editor Bantah Anggapan Anak Zaman Now Punya Attention Span Pendek
Veteran Editor Bantah Anggapan Anak Punya Attention Span Pendek

Jakarta, Kompas.com – Anggapan bahwa anak-anak zaman sekarang memiliki rentang perhatian atau attention span yang semakin pendek sering dijadikan alasan untuk membuat konten serba cepat dan singkat. Namun, penulis dan story editor veteran Andrew Guerdat memiliki pandangan berbeda.

Fenomena Attention Span Menurut Andrew Guerdat

Menurut Andrew, fenomena itu bukan semata kodrat generasi, melainkan hasil dari kebiasaan yang dibentuk industri hiburan itu sendiri. "Saya tahu bahwa secara teknis benar bahwa mereka memiliki rentang perhatian yang lebih pendek, tetapi saya pikir itu juga merupakan ramalan yang terwujud dengan sendirinya," ujar Andrew saat ditemui di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Andrew menjelaskan bahwa industri hiburan seringkali menciptakan konten yang terlalu cepat dan dangkal, sehingga membentuk kebiasaan audiens untuk tidak sabar dan mudah bosan. Hal ini kemudian dianggap sebagai karakteristik alami generasi, padahal sebenarnya adalah hasil dari pola konsumsi yang dibentuk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Industri Konten

Pernyataan Andrew ini menjadi kritik bagi para kreator konten yang cenderung mengikuti tren kecepatan tanpa mempertimbangkan kualitas. Ia menekankan bahwa konten yang baik tetap bisa dinikmati oleh audiens dari segala usia, asalkan disajikan dengan cara yang menarik dan bermakna.

Andrew juga menambahkan bahwa penting bagi para pembuat konten untuk tidak meremehkan kemampuan audiens, terutama anak-anak. "Mereka bisa fokus jika kontennya benar-benar menarik dan relevan bagi mereka," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga