Guru Besar Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) bidang Rekayasa Struktur, Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam bidang teknik sipil. Hal ini disampaikan dalam pidato pengukuhan guru besarnya di Kampus UPJ, Banten, pada Senin (26/4/2026).
AI dalam Teknik Sipil: Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi
Menurut Prof. Bambang, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi industri konstruksi. Dengan AI, proses desain struktur dapat dioptimalkan secara otomatis, mengurangi kesalahan manusia, dan mempercepat waktu pengerjaan. "Integrasi AI dalam teknik sipil bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan infrastruktur yang semakin kompleks," ujarnya.
Penerapan AI dalam Rekayasa Struktur
Beberapa penerapan AI yang dapat diimplementasikan meliputi analisis data struktural, prediksi kegagalan material, dan pemantauan kesehatan struktur secara real-time. Teknologi seperti machine learning dan neural networks dapat digunakan untuk memprediksi beban dan respons struktur terhadap gempa bumi atau angin kencang.
Tantangan dan Peluang
Meski demikian, Prof. Bambang mengakui ada tantangan dalam adopsi AI, seperti kebutuhan data berkualitas tinggi dan tenaga ahli yang menguasai AI serta teknik sipil. Namun, ia optimistis bahwa kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dapat mempercepat transformasi ini. "Kita harus menyiapkan kurikulum yang mengintegrasikan AI agar lulusan teknik sipil siap menghadapi era digital," tambahnya.
Pidato pengukuhan ini dihadiri oleh rektor UPJ, para dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai institusi. Acara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.



