Uni Eropa Kencangkan Verifikasi Usia untuk Lindungi Anak dari Konten Dewasa
Uni Eropa Kencangkan Verifikasi Usia Lindungi Anak

Uni Eropa Kencangkan Verifikasi Usia untuk Lindungi Anak dari Konten Dewasa

Komisi Eropa mengeluarkan laporan tegas pada Kamis (26/3) yang menuding platform media sosial Snapchat serta empat situs pornografi online membahayakan hak dan kesejahteraan anak. Laporan tersebut menyoroti bahwa platform-platform ini memungkinkan anak di bawah umur mengakses konten dewasa dengan mudah, hanya melalui klik tombol konfirmasi usia tanpa verifikasi yang akurat.

Pelanggaran Aturan Digital dan Ancaman Denda Besar

Kurangnya pengawasan serius dalam pembatasan usia dinilai melanggar aturan digital Uni Eropa, khususnya Digital Services Act. Komisi Eropa menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berisiko menghadapi denda besar jika tidak segera memperbaiki sistem perlindungan anak.

"Di Uni Eropa, platform online memiliki tanggung jawab," tegas Wakil Presiden Komisi Eropa Henna Virkkunen. "Anak-anak mengakses konten dewasa pada usia yang semakin muda dan platform ini harus menerapkan langkah-langkah yang kuat, melindungi privasi, dan efektif untuk mencegah anak di bawah umur menggunakan layanan mereka."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komisi kini akan menyampaikan temuan awal kepada perusahaan-perusahaan tersebut, memberi kesempatan untuk mengambil langkah korektif. Jika tidak patuh, mereka berisiko dikenai denda hingga 6% dari pendapatan tahunan global.

Snapchat dan Situs Porno Jadi Sorotan Utama

Platform media sosial Snapchat mendapat perhatian khusus dalam penyelidikan ini. Komisi Eropa menduga perusahaan gagal mencegah anak di bawah umur menggunakan platform, sehingga membuat mereka terpapar risiko seperti:

  • Upaya perundungan seksual daring
  • Perekrutan kriminal
  • Paparan produk ilegal
  • Pengaturan akun yang melemahkan keselamatan anak

Virkkunen menegaskan bahwa Snapchat tampaknya mengabaikan tuntutan Digital Services Act untuk standar keselamatan tinggi bagi semua pengguna. Penyidikan akan meninjau secara mendalam kepatuhan mereka, termasuk efektivitas batas usia minimum 13 tahun dan langkah-langkah perlindungan dari pelaku kejahatan.

Snapchat, perusahaan asal Amerika Serikat, menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Uni Eropa sambil mengklaim telah meningkatkan standar keselamatan.

Aplikasi Verifikasi Usia Uni Eropa Mulai 2027

Meski Snapchat dan platform lain telah menetapkan batas usia minimum, Komisi Eropa menilai langkah tersebut masih belum memadai. Sebagai respons, Uni Eropa tengah mengembangkan aplikasi verifikasi usia sendiri yang inovatif.

Aplikasi ini dirancang untuk memungkinkan pengguna membuktikan usia tanpa harus membagikan data pribadi ke perusahaan teknologi, menjaga privasi sekaligus memastikan akurasi verifikasi. Aplikasi verifikasi usia Uni Eropa diperkirakan akan tersedia pada awal tahun 2027, menandai langkah signifikan dalam perlindungan anak di ranah digital.

Laporan Komisi Eropa ini menggarisbawahi komitmen Uni Eropa untuk menegakkan regulasi digital yang ketat, terutama dalam melindungi generasi muda dari bahaya konten dewasa dan eksploitasi online.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga